Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
EKONOMI

Tekan Inflasi, Pemprov Kalsel akan Gelar Pasar Murah di 3 Daerah Ini

×

Tekan Inflasi, Pemprov Kalsel akan Gelar Pasar Murah di 3 Daerah Ini

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, H Birhasani saat memantau pelaksanaan Pasar Murah di Banjarmasin beberapa waktu lalu. (kalimantanpost.com/Opiq)

BANJARMASIN – Adanya rilis BPS Kalimantan Selatan (Kalsel) bahwa pada bulan April 2023 menunjukkan inflasi Kalsel year on year (yoy) masih di atas rata-rata nasional, maka Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor kembali menginstruksikan agar dilaksanakan kegiatan Pasar Murah dan Operasi Pasar.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kalsel, H Birhasani menyampaikan, kegiatan Pasar Murah dan Operasi Pasar akan dilaksanakan khususnya di 3 daerah yang tercatat adanya inflasi di Kalsel, yaitu Kota Banjarmasin, Kabupaten Tanjung dan Kabupaten Kotabaru.

“Untuk Banjarmasin dilaksanakan mulai tanggal 19 – 21 Mei, di Tanjung tanggal 23 – 25 Mei dan Kotabaru mulai tanggal 27 – 29 Mei 2023,” ungkap Birhasani, Rabu (17/5/2023).

Pasar murah ini, lanjutnya, dilaksanakan oleh Pemprov Kalsel bekerja sama dengan TPID Provinsi Kalsel, Pemko Banjarmasin, Pemkab Tabalong dan Pemkab Kotabaru yang didukung oleh SKPD terkait di tingkat provinsi serta para pelaku usaha, distributor dan pedagang besar serta UMKM setempat.

“Untuk komoditi dan produk yang dijual antara lain, beras, gula putih, minyak goreng, tepung, bawang merah, bawang putih, cabe, telur ayam ras, ikan segar, sayur-mayur dan berbagai produk UMKM setempat,” jelasnya.

Kemudian, Birhasani menambahkan, ada beberapa bahan pokok yang harganya disubsidi oleh Pemprov Kalsel, terutama bahan pokok yang mengalami inflasi pada bulan April dan produk yang berpotensi mendorong inflasi pada bulan Juni sebagai upaya antisipasi agar tidak mengalami inflasi di bulan depan.

Menurutnya, peran serta pemerintah daerah setempat sangatlah diperlukan guna pengendalian inflasi di daerahnya.

“Karena kami berharap agar kegiatan pasar murah dan operasi pasar seperti ini ditindaklanjuti setidaknya masing-masing dua kali setiap bulannya,” ujarnya.

Karena itu, Birhasani menambahkan, kiranya Bupati/Walikota agar menyiapkan penganggarannya di APBD.

Baca Juga:  Pekerja Magang Dapat Perlindungan Jamsostek

“Ini penting, karena pasar murah seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakatnya,” tandasnya.

Kata dia, dengan adanya pasar murah, masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih murah dari harga di pasar.

“Dampaknya bagi daerah tentunya bisa menekan angka inflasi di daerahnya,” tutup Birhasani. (Opq/KPO-1)

Iklan
Iklan