Banjarmasin, KP – Untuk mengurangi angka pengangguran yang masih tinggi, Pemko Banjarmasin melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskopumker) Kota Banjarmasin menggelar Job Fair di Kawasan Siring Menara Pandang Jalan Piere Tendean.
Kota Banjarmasin memiliki angka pengangguran tertinggi di Provinsi Kalimantan Selatan, angka pastinya lupa tapi sekitar 7 hingga 8 persen kata M Isa Anshari, Kepala Diskopumker yang ditemui usai pembukaan Acara Job Fair.
Disebutnya target Diskopumker menurunkan angka pengangguran dari saat ini sebesar 6,4 persen melalui Job Fair dapat turun menjadi 6,2 persen.
Harapannya melalui Job Fair ini, perusahaan dapat menerima sebanyak-banyaknya agar angka pengangguran di Kota Banjarmasin dapat diturunkan.
Selain melakukan beberapa kali Job Fair dalam setahun, Dinasnya juga memberikan pelatihan kerja dan menciptakan wira usaha baru, yang tidak hanya memberikan pekerjaan untuk diri sendiri namun bagi warga lainnya.
Sementara, Kabid Pembinaan, Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Diskopumker Kota Banjarmasin, Sri Rusnani mengatakan Job Fair ini membuka sekitar 500 lowongan pekerjaan dari 36 perusahaan swasta.
Menurutnya angka pengangguran di Kota Banjarmasin sempat mengalami kenaikan hingga 8,4 persen sebagai dampak perlambatan ekonomi dan Covid 19.
Namun, angka ini mengalami penurunan di tahun 2022 sebesar 6,4 persen.Dirinya berharap kondisi ekonomi yang mulai membaik dapat meningkatkan kerja perusahaan untuk menyerap angkatan kerja.
Langkah yang dilakukan untuk mengurangi angka pengangguran adalah dengan pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Banjarmasin seperti pelatihan otomotif, mengelas, menjahit, serta pembuatan roti dan kue.
Selain itu, pelatihan perluasan kesempatan kerja seperti pelatihan video editing, web Design dan Konten Kreator.
Namun, persoalannya adalah kuota peserta yang terbatas, untuk pelatihan kerja maksimal 50 orang dengan penggunaan dana APBD Kota Banjarmasin, sementara pelatihan kerja menggunakan dana APBN hanya untuk 16 orang per satu angkatan dalam 1 tahun.
Salah satu pencari kerja dalam Job Fair Banjarmasin, Hana Amiati mengharapkan acara Job Fair seperti ini minimal dilaksanakan 2 kali dalam satu tahun.
Pencari kerja yang merupakan lulusan Sarjana Peternakan asal Banyuwangi, Jawa Timur ini mengaku sedang mencari pekerjaan yang sesuai passion dan jurusan yang diambil sewaktu perkuliahan.
Menurutnya Job Fair ini memudahkan pencari kerja melihat dan memilih memasukkan lamaran kepada perusahaan yang di inginkan karena berada pada satu tempat. (mar/K-3)















