BANJARBARU, Kalimantanpost.com – Pengawasan penyelenggaraan ibadah haji mulai diperketat sejak dari embarkasi. Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kalimantan Selatan, Hadi Rahman, turun langsung memantau layanan di Asrama Haji Banjarbaru, Selasa (12/5/2026), untuk memastikan seluruh fasilitas benar-benar ramah bagi jemaah, terutama kelompok prioritas.
Dalam pemantauan tersebut, rombongan Ombudsman diterima Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Selatan, H. Eddy Khairani, bersama jajaran. Keduanya berdialog langsung dengan para jemaah, mengecek kamar, layanan kesehatan, konsumsi, hingga pola pendampingan petugas.
Hadi Rahman mengapresiasi peningkatan kualitas layanan, terutama keberadaan gedung baru yang dinilai lebih representatif dan memudahkan akses jemaah. Kamar dinilai layak, bersih, dan mudah dijangkau, sementara alur layanan terlihat lebih tertata.
“Dengan adanya gedung baru ini, akses layanan menjadi jauh lebih mudah. Mulai kamar, kesehatan, konsumsi hingga pendampingan petugas terlihat lebih tertib dan memudahkan jemaah, khususnya lansia, uzur, dan penyandang disabilitas,” ujarnya.
Namun, pengawasan Ombudsman tak berhenti pada apresiasi. Sejumlah catatan perbaikan juga disampaikan. Di antaranya, perlunya publikasi Standar Pelayanan dan Maklumat Pelayanan yang lebih terbuka, penguatan sistem pengelolaan pengaduan, serta penyediaan tombol darurat (panic button) di toilet jemaah, terutama pada fasilitas yang digunakan kelompok rentan.
Menurut Hadi, detail-detail kecil seperti ini kerap luput, padahal sangat krusial bagi keselamatan dan kenyamanan jemaah prioritas.
Sementara itu, Eddy Khairani menyambut baik pemantauan tersebut. Ia menyebut kehadiran Ombudsman sebagai bentuk kontrol sekaligus dorongan moral bagi jajaran penyelenggara haji di daerah.
“Kami berterima kasih atas perhatian dan masukan Ombudsman. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus membenahi dan meningkatkan kualitas layanan,” katanya.
Pengawasan lapangan ini diharapkan memperkuat sinergi antara penyelenggara haji dan lembaga pengawas pelayanan publik, sehingga kualitas layanan di Embarkasi Banjarmasin tidak hanya memenuhi standar administratif, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh jemaah.(nau/KPO-1)















