Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
BanjarmasinTRI BANJAR

Interupsi Air Laut Kembali Terjadi
[]PAM Bandarmasih Sigap Antisipasi Kadar Air Garam Meningkat

×

Interupsi Air Laut Kembali Terjadi<br>[]PAM Bandarmasih Sigap Antisipasi Kadar Air Garam Meningkat

Sebarkan artikel ini
Hal 10 4 Klm Tim PAM Bandarmasih tolong buat tulisannya yang ifin
LAYANAN – Untuk meningkat pelayanan air besih yang kadar garamnya mencapai 1300 Ppm, naiknya itu secara bertahap, dari subuh hari hingga puncaknya sampai sekitar jam 10 membuat manajeman kontiyu memonitor. (KP/Humas PT AM Bandarmasih)

Untuk meningkat pelayanan air besih yang kadar garamnya mencapai 1300 Ppm, naiknya itu secara bertahap, dari subuh hari hingga puncaknya sampai sekitar jam 10 membuat manajeman kontiyu memonitor

BANJARMASIN, KP – Peningkatan air garam atau interupsi air laut kembali terjadi pada Intake Sungai Bilu PAM Bandarmasih, Minggu (27/8) pagi.

Kalimantan Post

Hal tersebut membuat kadar air garam pada air baku PAM Bandarmasih yang ada di Intake Sungai Bilu meningkat hingga melebihi standar air baku yang dapat diolah menjadi bersih.

Manager TRD PAM Bandarmasih, Zulbadi memaparkan, interupsi air laut kembali terjadi, dan mengakibatkan kadar air garam yang ada di Intake Sungai Bilu.

“Untuk peningkatannya hari ini mencapai 1300 Ppm, naiknya itu secara bertahap, dari subuh hari hingga puncaknya sampai sekitar jam 10,” papar Zulbadi.

“Sementara untuk batas kadar air garam yang bisa diolah itu 250 Ppm, jadi ini sudah melebihi batas yang telah ditetapkan oleh Kemenkes, dan harus kita tindak lanjuti,” lanjutnya.

Oleh sebab itu, kata Zulbadi, untuk mengatasi hal tersebut pihak PAM Bandarmasih pun melakukan pencapuran air baku yang ada di Intake Sungai Bilu dengan yang ada di IPA II Pramuka.

“Pencapuran ini dilakukan agar kualitas air bagus, dan bisa didistribusikan kepada pelanggan,” kata Zulbadi.

“Karena kalau hanya mengambil air baku dari Intake Sungai Bilu saja itu tidak bisa, karena kadar garamnya sudah tinggi, jadi perlu dicampur dengab air baku yang ada di IPA II,” sambungnya.

Zulbadi juga menjelaskan, pencampuran air bakunya ini tentunya akan mempengaruhi distribusi ke beberapa wilayah, khusus wilayah yang ada di ujung jaringan.

Pasalnya, jelas Zulbadi, pasokan air baku yang ada di IPA II Pramukan sebelumnya cukup, harus dibagi sebagiannya ke IPA I.

Baca Juga :  Keberangkatan Umrah Tertunda, Syakira Tour Tawarkan Reschedule atau Refund

“Jadi karena itulah ada beberapa wilayah, khususnya yang ada di ujung jaringan mengalami penurunan distribusi,” jelas Zulbadi.

Kendati demikian, tutur Zulbadi, pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencari cara agar distribusi bisa dilakukan secara merata ke semua wilayan layanan PAM Bandarmasih.

“Selain itu, kita juga berharap agar hujan bisa cepat turun, karena kalau hujan turun, maka sungai akan lebih tinggi, dan air laut pun tidak bisa masuk ke dalam,” tutur Zulbadi.

“Kita juga memohon maaf dan pengertiannya kepada seluruh pelanggan, kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengatasi hal tersebut, jadi kami harap masyarakat bisa bersabar,” pungkasnya.

{{Musim Kemarau}}
Memasuki musim panas yang cukup ekstrim saat ini mengakibatkan kadar garam pun meningkat di Sungai Bilu, Kota Banjarmasin. Hal tersebut terjadi dikarenakan rendahnya permukaan air sungai dari pada air laut, sehingga mengakibatkan air laut pun masuk ke sungai, yang
berujung meningkatnya kadar garam pada sungai.

Menanggapi hal tersebut, pihak PAM Bandarmasih pun dengan sigap mengantisipasi melakukan tindakan agar sumber air baku bisa tetap di distribusikan dengan kualitas yang baik kepada pelanggan.

Manager Produksi I PAM Bandarmasih, Roesmamilu Hujadi mengatakan, untuk peningkatan kadar air garam ini yang pertama kali terjadi dalam tahun ini.

“Dari hasil pengecekan dilapangan, pada jam 5 tadi untuk kadar air garam meningkat di angka 200 Ppm, pada jam 6 itu di angka 319 Ppm, dan sampai pada jam 8 itu sudah diangka 550 Ppm,” ujar Roesmamilu
Menurutnya, ini sudah diatas standar yang ditetapkan oleh Kemenkes, jadi pihaknya langsung menindaklanjutinya agar kualitas air yang didistribusikan kepada pelanggan tetap baik.

“Diharapkan masyarakat bisa menggunakan air seperlunya saja, dan juga bisa menampung air dalam penampungan untuk persediaan,” pungkasnya. (nau/K-3)

Iklan
Iklan