DLH hanya memindahkan TPS lama yang kumuh, berhamburan dan menganggu pengguna jalan ke jarak sekitar 50 meter pada lahan kosong milik Pemko Banjarmasin.
BANJARMASIN, KP – Walaupun ada penolakan warga, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin memastikan pembangunan TPS3R (Tempat Pembuangan Sampah Reduce Reuse dan Recycle) Jahri Saleh tetap dilanjutkan.
Kepala DLH Kota Banjarmasin, Alive Yoesfah Love mengatakan tidak mengerti sampai warga terus melakukan penolakan.
Padahal, DLH hanya memindahkan TPS lama yang kumuh, berhamburan dan menganggu pengguna jalan ke jarak sekitar 50 meter pada lahan kosong milik Pemko Banjarmasin.
“Kita cuman mengeser ke seberang jalan dari TPS yang ada, yang sudah padat dan tidak mampu menampung sampah yang ada untuk diproses dan diolah”
“Selain itu, kapasitas TPS3R ini sangat kecil hanya melayani 2 RT” kata Alive Yoesfah Love.
Ditegaskannya pembangunan TPS3R yang ditolak warga tetap berlanjut karena TPS yang ada tidak melakukan pemrosesan atau pengolahan sampah.
Keberadaan TPS yang ada ini pun membuat sampah semakin menggunung karena menerima buangan sampah dari RT lain.
“Kita membangunkan TPS baru dengan jarak 50 meter dengan lebih baik atau membiarkan kondisi TPS lama yang padat dan meluber ke jalan, apakah perubahan ini harus ditolak” tutur Alive Yoesfah Love.
“Kalau yang baik kita tolak, tapi yang kumuh kita lanjutkan, itu bukan hal positif bagi masyarakat, ini alasan yang tidak masuk akal” kata Alive Yoesfah Love.
TPS3R Jahri Saleh merupakan bantuan dari Kementrian PUPR melalui Dirjen Cipta Karya, untuk mengatasi menumpuknya sampah di kawasan pemukiman dengan melakukan Reduce atau pengurangan, Reuse atau menggunakan kembali serta Recycle atau melakukan daur ulang sampah.
Proyek ini ditargetkan selesai pada awal tahun 2024 mendatang. (mar/K-3)















