BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Mengingat mayoritas wilayah Kota Banjarmasin yang sudah terakses jalan darat, menyebabkan penggunaan ambulans air milik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Suriansyah kurang optimal.
Maka dari itu, penggunaan ambulans air saat ini lebih pada kegiatan-kegiatan lapangan yang selalu standby apabila ada yang darurat.
“Misalnya kegiatan haul atau kegiatan besaran lainnya di wilayah Banjarmasin. Maka ambulans air ini kita hadirkan untuk standby,” ungkap Direktur Utama (Dirut) RSUD Sultan Suriansyah, Fajar Sukma Nan Agung, Minggu (7/6/2026).
Rencananya ambulans air akan digunakan untuk kegiatan sosial. Contohnya memberikan layanan cek kesehatan gratis seperti tensi darah, gula darah dan lainnya yang lokasinya di kawasan Siring Menara Pandang.
“Seperti kemarin kami ada melaksanakan pengobatan massal di Pulau Bromo. Jadi kegiatan seperti itu,” kata Fajar.
Selain itu, penggunaan ambulans ini juga akan lebih diprioritaskan saat ada musibah yang terjadi di sungai. Misalnya kecelakaan kapal hingga perlu penanganan cepat.
Di samping itu, Fajar memastikan ambulans air ini tetap beroperasi di RSUD Sultan Suriansyah untuk penjemputan pasien yang memang akses darat sulit terjangkau.
Fajar menyebutkan tak jarang layanan penjemputan pasien menggunakan ambulans air ini bisa sampai ke kabupaten tetangga seperti Kabupaten Barito Kuala (Batola).
Namun diakuinya dalam hal ini pihaknya mengalami kendala terkait tarif layanan. Sebab sekali berangkat mau itu dekat ataupun jauh tarif yang dikenakan Rp100 ribu saja untuk bis diklaim di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
“Seperti ke Tabunganen itu bisa 100 liter minyak sedangkan tarifnya hanya Rp100 ribu saja. Rata-rata pengeluaran kita itu bisa sampai Rp600 ribu. Tentu ini salah satu kendala kami,” bebernya.
Adapun saat ini kondisi ambulans air tersebut sedang mengalami kerusakan hingga dilakukan perbaikan.
“Ambulans ini sudah lama, jadi ada perbaikan Insya Allah bulan Juni ini,” ujarnya.
Selain perbaikan ambulans, rencananya akan ada pemasangan kanopi di shelter sungai yang sudah dibangun lebih dulu sebelumnya di RSUD Sultan Suriansyah.
“Kira-kira ada waktu 1,5 bulan untuk perbaikan dan pemasangan kanopi untuk penempatan ambulans. Supaya ke depan ambulans terjaga dan terawat dengan baik,” tutupnya. (ham/KPO-4)















