MARTAPURA, KalimantanPost.com – Meskipun hanya mampu emanahan imbang tanpa gol tamunya Borneo FC, namun hal itu dinilai sangat positif dan maksimal bagi Barito Putera. Karena meskipun sebagai tim tamu, namun Borneo FC disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kuat menjuarai Liga 1 2023-2024.
Tuan rumah PS Barito Putera memang gagal memetik poin penuh saat menjamu tamunya, Borneo FC dalam lanjutan Liga 1 2023/2024 di Stadion Demang Lehman, Martapura, kemarin sore. Laga
yang bertajuk ‘Derbi Papadaan’ di pekan ke-21 itu berakhir dengan skor papadaan, 0-0.
Di babak pertama, tim tamu Borneo FC yang tengah menempati puncak klasemen sementara Liga 1 2023/2024 terlihat mendominasi pertandingan sejak menit-menit awal hingga pertengahan babak pertama.
Beberapa kali pemain Borneo FC lolos dari penjagaan, dan mendapat kesempatan melepaskan tendangan di depan gawang. Untungnya, Kiper Barito Ega Rizky masih mampu menepis beberapa tendangan keras dari bomber Borneo.
Sedangkan tim tuan rumah Barito Putera terlihat sedikit kesulitan untuk menembus daerah pertahanan Borneo FC.
Hingga menit ke-30 an, masih belum ada gol yang dapat merubah papan skor. Memasuki menit 31 hingga menit 40 an, kedua tim beberapa kali jual beli serangan, bahkan Barito lebih mendominasi.
Kesempatan emas untuk Barito tiba menit ke-43, saat itu Barito mendapatkan hadiah tendangan bebas di depan kotak penalti Borneo FC usai Bagus Kahfi dijatuhkan di depan kotak penalti. Namun kesempatan itu masih tak membuahkan hasil yang dapat merubah skor.
Hingga waktu 45 menit berakhir dan waktu tambahan 2 menit usai, belum ada satupun gol yang tercipta, sehingga babak pertama berakhir dengan skor kacamata.
Usai turun minum, tim tuan rumah Barito Putera, mulai mendominasi jalannya pertandingan. Beberapa kali Barito melakukan serangan, namun masih belum dapat merubah papan skor. Pada menit ke-65, Barito langsung mengganti tiga pemain sekaligus.
Bagus Kahfi, Buyung Ismu Lessy, dan Hasyim Kipuw ditarik keluar, digantikan Gustavo Tocantins, Frendy Saputra, dan Ferdiansyah.
Pertandingan terlihat berjalan dengan imbang sepeti di babak pertama, sehingga sampai menit ke-80 an masih belum ada gol yang terjadi.
Kesempatan emas Barito muncul di menit-menit akhir pertandingan. Devid Silva yang lolos dari penjagaan berhadapan dengan kiper Borneo, namun tendangan Devid masih bisa di tepis kiper.
Alhasil hingga berakhirnya waktu normal pertandingan, dan waktu tambahan 4 menit, tak ada gol yang tercipta. Barito pun harus rela berbagi 1 poin dengan Borneo FC setelah laga berakhir kacamata.
Atas hasil ini, tertahan di peringkat ke-8 dengan koleksi 29 poin, Borneo FC pun masih kokoh di puncak klasemen dengan perolehan 45 poin.
Pelatih Barito Putera, Rahmad Darmawan, mengaku bahwa secara keseluruhan pertandingan berjalan seimbang karena kedua tim terdapat kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Kita sudah mampu memberikan perlawanan dan kita juga sudah mampu membuat beberapa peluang, ujar RD .
Kita mendapat peluang yang sangat terbuka tadi di babak kedua menit terkahir tapi tidak bisa kita konversi menjadi gol, lanjutnya.
Usai laga, Pelatih Barito Putera, Rahmad Darmawan juga mengaku sudah melakukan beberapa treatment dengan merubah strategi saat mengganti dan memasukan tiga pemain sekaligus untuk menambah daya serang.
Terdapat sedikit perbaikan. Tapi memang pada akhirnya kita harus mengakui Borneo memang tim yang selalu membuat blok pertahanan dengan sangat cepat, jelasnya.
Transisi mereka dari menyerang ke bertahan sangat baik, sehingga tidak mudah untuk kita membuat kombinasi serangan, sambungnya.
Ia juga mengakui bahwa hasil ini cukup mengecewakan bagi dirinya dan tim. Kendati demikian ia tetap mengapresiasi usaha dari setiap pemain.
Mereka bermain sangat baik. Mereka bermain dengan kepala dingin dan tidak emosi, itu yang saya harapkan agar bisa terus di pertahankan, pungkas RD.
(piq/k-9)















