Iklan
Iklan
Iklan
HEADLINE

Komisi III DPRD Kalsel, Sayangkan Status Non International Bandara Syamsudin Noor

×

Komisi III DPRD Kalsel, Sayangkan Status Non International Bandara Syamsudin Noor

Sebarkan artikel ini
-HM Rosehan NB setiba di Bandara Syamsiddin Noor Banjarmasin, Sabtu (27/4/2024). (Kalimantanpost.com/Repro RAPIDA Kalsel)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) HM Rosehan NB, menyayangkan dan berharap, kedepan Bandara Syamsudin Noor tetap menjadi terminal penerbangan internasional.

Hal itu diungkap wakil rakyat, membidangi pembangunan dan perhubungan atas adanya kebijakan terbaru Kementerian Perhubungan RI, yang menetapkan Bandara Syamsudin Noor masuk dalam 17 bandara di Indonesia yang bukan berstatus internasional lagi atau non international

“Sangat disayangkan Bandara Syamsudin Noor, tidak lagi jadi bandara internasional,” ujarnya di Banjarmasin, Senin (29/4/2024).

Dihapusnya status tersebut, lanjut Rosehan, mungkin dinilai ada kendala besar yaitu penerbangan menuju dan dituju keluar negeri.

Menurutnya, memang sangat dipahami penerbangan keluar negeri juga sangat terbatas, antara lain masih banyak pengguna penerbangan antar provinsi.

Rosehan berharap PT Angkasa Pura bisa lebih memperhatikan kembali peluang atu jalur luar negerinya. Karena potensi pengguna jalur luar negeri seperti jemaah umrah dari wilayah Kalsel cukup banyak.

Kemudian sinergi dengan negara tetangga, semisal Malaysia, Singapura dan lainya dikemas dalam kerjasama jalur transit.

“Saya berharap kepada pemerintah daerah untuk bisa kembali untuk memikirkan dan meningkatkan frekuensi penerbangan jalur internasional,” tegasnya.

Karena selama ini, bandara Syamsudin Noor masih melayani jalur Banjarmasin-Surabaya, Jakarta, Kalimantan Timur dan beberapa daerah lainnya

Sebelumnya Kementrian Perhubungan RI mengeluarkan, Keputusan Menteri Nomor 31/2024 (KM 31/2004) tentang Penetapan Bandar Udara Internasional pada tanggal 2 April 2024.

Adapun 17 bandara di Indonesia yang dicabut status internasionalnya yaitu 1. SBG-Bandara Maimun Saleh, Sabang. 2. DTB-Bandara Raja Sisingamangaraja XII, Silangit. 3. TNJ-Bandara Raja Haji Fisabilillah, Tanjung Pinang. 4. PLM-Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang. 5. TJQ-Bandara H.A.S. Hanandjoeddin, Tanjung Pandan. 6. BDO-Bandara Husein Sastranegara, Bandung. 7. JOG-Bandara Adisutjipto, Yogyakarta. 8. SRG-Bandara Jenderal Ahmad Yani, Semarang. 9. SOC-Bandara Adi Soemarmo, Solo. 10. BWX-Bandara Banyuwangi, Banyuwangi 11. PNK-Bandara Supadio, Pontianak. 12. TRK-Bandara Juwata, Tarakan. 13. KOE-Bandara El Tari, Kupang. 14. AMQ-Bandara Pattimura, Ambon. 15. BIK-Bandara Frans Kaisiepo, Biak. 16. TKG-Bandara Radin Inten II, Lampung. 17. BDJ-Bandara Syamsuddin Noor, Banjarmasin.(nau/KPO-1)

Baca Juga:  Karhutla Seluas 30 Hektare di Desa Sungai Rutas Tapin


Iklan
Iklan