SAMARKAND, Kalimantanpost.com – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tashkent bersama Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Pusat Kajian Internasional Imam Bukhari sukses menggelar Seminar Ilmiah Internasional bertajuk “Toleransi dan Kerukunan Beragama dalam Perspektif Imam Bukhari” di Samarkand, Uzbekistan, Kamis (21/5).
Seminar tersebut menjadi ruang dialog penting dalam memperkuat nilai moderasi Islam, toleransi, dan kerja sama antarbangsa di bidang keagamaan serta kebudayaan.
Duta Besar RI untuk Uzbekistan, Siti Ruhaini Dzuhayatin mengatakan kegiatan itu merupakan bagian dari komitmen Indonesia dalam mempromosikan Islam yang damai dan inklusif di tingkat global.
Menurutnya, seminar juga menjadi momentum mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Uzbekistan, khususnya dalam pengembangan kajian Islam dan budaya.
“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai moderasi Islam dan dialog antaragama di tingkat global,” ujarnya.
Acara tersebut dihadiri delegasi dari Indonesia dan Uzbekistan serta menghadirkan sejumlah akademisi dan tokoh penting. Hadir di antaranya Rektor UIN Sunan Kalijaga, Noorhaidi Hasan, serta Guru Besar dan ahli hadis UIN Sunan Kalijaga, Emma Marhumah.
Pemerintah daerah Samarkand turut diwakili Wakil Gubernur Samarkand, Rustam Kobilov. Sementara seminar diterima dan dipandu Wakil Direktur Pusat Kajian Internasional Imam Bukhari, Otabek Muhammad.
Diskusi berlangsung hangat ketika para peserta membahas Pancasila sebagai perekat keberagaman di Indonesia. Para pembicara menilai nilai-nilai Pancasila memiliki keselarasan kuat dengan ajaran Islam sebagaimana termuat dalam kitab Shahih al-Bukhari.
Dalam perspektif Imam Bukhari, iman tidak dapat dipisahkan dari akhlak mulia, termasuk sikap toleransi terhadap sesama manusia.
“Imam Bukhari mengajarkan bahwa keragaman adalah berkah ilahi dan peluang untuk saling belajar, bukan sumber konflik,” tegas Otabek Muhammad saat wawancara dengan Kalimantan Post di Samarkand.
Para peserta juga menilai Pancasila telah terbukti menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan Indonesia yang memiliki lebih dari 280 juta penduduk dengan latar belakang suku, agama, ras, dan budaya yang beragam.
Selain memperkuat hubungan akademik, seminar ini diharapkan menjadi langkah awal berbagai kolaborasi internasional untuk melawan ekstremisme, mendorong perdamaian global, dan membangun masyarakat dunia yang lebih inklusif serta harmonis.(Rof/KPO-1)
Dr Otabek Muhammad saat menyambut delegasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan KBRI Tashkent pada Seminar Ilmiah Internasional bertajuk “Toleransi dan Kerukunan Beragama dalam Perspektif Imam Bukhari” yang berlangsung di Pusat Penelitian Internasional Imam Bukhari, Samarkand, Uzbekistan. Kalimantanpost.com – Foto/ImanBuhari















