Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINEHUKUM & PERISTIWA

Operasi Antik Intan Polda Kalsel Sita 21,9 Kg Sabu Dari Polresta Banjarmasin 6,7 Kg

×

Operasi Antik Intan Polda Kalsel Sita 21,9 Kg Sabu Dari Polresta Banjarmasin 6,7 Kg

Sebarkan artikel ini
TUNJUKAN Direktur Dit Resnarkoba Polda Kalsel, Kombes Pol Kelana Jaya dan jajaran tunjukan barang bukti. (KP/Aqli)

Banjarmasin, KP – Operasi Antik Intan Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel), sita 21,9 (kg) kilogram sabu-sabu dan dnegan ini target Jajaran Dit Resnarkoba, terlampaui.

Dimana, Operasi Antik Intan 2024 yang digelar Polda Kalsel, periode 17 hingga 30 Mei 2024 yang ditarget mengungkap 65 orang, dengan rincian Dit Resnarkoba Polda Kalsel 12 orang dan masing-masing wilayah (Polres) 53 orang melampaui target.

Direktur Dit Resnarkoba Polda Kalsel, Kombes Pol Kelana Jaya mengatakan, dalam operasi antik kali ini pihaknya berhasil mengamankan 332 tersangka.

Dengan rincian Dit Resnarkoba Polda Kalsel 22 tersangka, kemudian seluruh Polres 310 tersangka, dengan jumlah laki-laki 313 dan perempuan 19 orang.

“Dari hasil operasi antik itu kita berhasil mengamankan barang bukti sabu-sabu dengan total 21,9 Kilogram (Kg), 2.569 pil ekstasi, 9.386 pil carnophen, 2135 pil psikotropika dan 2.000 butir obat daftar G,” katanya, pada wartawan Senin (3/6).

“Kami mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang telah membantu dan mensupport pengungkapan ini,

“Kami menyadari hasil ini masih kecil dari yang beredar, tapi kami berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan masyarakat Kalsel dari bahaya narkotika,” ujarnya.

Dalam operasi antik kali ini dibentuk tim khusus yang dipimpin Kasubdit II Dit Resnarkoba Polda Kalsel AKBP Zaenal Arifien, berdasarkan database dan informasi masyarakat para pelaku adalah bagian dari jaringan narkoba, kemudian dilakukan olah data secara analistik scientific dan pul baket, kemudian dilakukan mapping dan survailance.

Ada beberapa kasus menarik dalam operasi antik kali ini, dimana tersangka RM (24), AR (26) dan AH (41 diamankan pada Minggu 19 Mei 2024, di Jalan Banua Elok, Komplek Permata Indah, Kelurahan Landasan Ulin Barat, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru.

Baca Juga:  Warung Bakso Ludes Terbakar

Para pelaku ini berhasil diamankan setelah petugas melakukan patroli dan mencurigai gerak-gerik pelaku, sehingga dilakukan penggeledahan dan berhasil mengamankan 41 paket sabu dengan berat kurang lebih 4000 gram, 2 paket besar sabu dengan berat kurang lebih 2000 gram.

Kemudian NV (37), tersangka ini berhasil diamankan di Jalan Trans Kalimantan, Komplek Taman Citra Raya, Kelurahan Handil Bakti, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, pada Senin 20 Mei 2024.

Dari tangan NV, petugas berhasil mengamankan barang bukti sabu sebanyak 51 paket, dengan berat bersih 5.013,3 gram, 1 lembar plastik warna ungu, 1 lembar plastik warna hitam, 1 buah ponsel dan 1 unit sepeda motor. (K-2)

Polresta Banjarmasin,

Terpisah Jajaran Polresta Banjarmasin mengamankan 28 orang.

Dimana, 28 tersangka, merupakan hasil ungkapan kasus dari Sat Resnarkoba, Satpolairud, dan Polsek jajaran Polresta Banjarmasin.

Selain menggelandang tersangkan, petugas juga menyita barang bukti 6.7 kg sabu-sabu, 2.011 butir ekstasi, dan 10,81 gram serbuk ekstasi.

“Secara keseluruhan total ada 19 laporan polisi (LP), namun ada 1 kasus yang menonjol dari hasil operasi, ada 5 orang tersangka dengan barang bukti 5 kg sabu-sabu, 976 butir ekstasi warna orange logo spongebob, dan 866 butir ekstasi lagi warna ungu muda logo pyramid,” jelas Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Sabana Atmojo didampingi Wakapolresta Banjarmasin AKBP Arwin Amrih Wientama dan Kasat Resnarkoba Polresta Kompol Prawira Bala Putra Dewa dalam press release di Halaman Mapolresta Banjarmasin, Senin (3/6).

Dikatakan Kapolresta, dengan jumlah barang bukti tersebut, jika 1 gram dipergunakan oleh 15 orang maka Polresta Banjarmasin berhasil menyelamatkan sebanyak 103 ribu jiwa dari bahaya Narkoba.

“Jadi jika diuangkan totalnya 11 miliar lebih,” katanya.

Sabana juga mengatakan dari 28 orang tersangka yang pihaknya amankan 2 lainnya merupakan residivis kasus serupa.

Baca Juga:  Kalsel Sudah Jalani Dua Gelombang Pandemi Covid-19

“Mereka ini rata-rata adalah kurir, jaringannya perlintasan Kalimantan Tengah (Kalteng) menuju Tanah Bumbu Kalsel.

Saat ini kita akan terus melakukan pengembangan terhadap bandarnya,” katanya.

Sementara itu salah seorang tersangka mengaku diberi upah sebanyak puluhan juta rupiah untuk sekali antar barang haram tersebut.

“Saya sudah 2 kali melakukan ini. Untuk sekali antar Rp25 juta, namun uangnya dibagi-bagi bersama teman yang lainnya,” jelasnya saat ditanya Kapolresta.

Dalam hal ini, Kapolresta mengapresiasi kepada masyarakat yang sudah memberikan informasi kepada pihaknya. (yul/K-2)

Iklan
Iklan