Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
KALTENGPalangka Raya

Satu Meninggal Saat Penindakan Diduga Pelaku Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kotim, Polda Kalteng Jelaskan Kronologisnya

×

Satu Meninggal Saat Penindakan Diduga Pelaku Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kotim, Polda Kalteng Jelaskan Kronologisnya

Sebarkan artikel ini
- Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah, Kombes Pol Erlan Munaji, pada saat menyampaikan keterangan pers di ruang kerjanya di Mapolda Kalimantan Tengah, Sabtu (1/6/2024). (Kalimantanpost.com/Antara)

PALANGKA RAYA, Kalimantanpost.com -Seorang pria berinisial A yang diduga pelaku pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit milik PT Sinar Cipta Cemerlang (SCC), Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang meninggal dunia usai diberikan tindakan tegas terukur oleh anggota Polda Kalimantan Tengah, Jumat (31/5/2024) sore.

“Tindakan tegas tersebut dilakukan usai kawanan pelaku melakukan upaya penyerangan terhadap tim patroli gabungan menggunakan senjata tajam,” kata Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Tengah (Kalteng) Irjen Pol Djoko Poerwanto, melalui Kepala Bidang Humas, Kombes Pol Erlan Munaji, pada saat menyampaikan keterangan pers di Palangka Raya, Sabtu (1/6/2024).

Dia menjelaskan, kejadian bermula ketika kepolisian bersama tim pengamanan PT SCC melakukan patroli di divisi V Wilayah II di lokasi perkebunan sawit PT SCC.

Saat patroli, tim gabungan menemukan adanya sekelompok masyarakat yang melakukan pencurian TBS kelapa sawit milik PT SCC.

“Tim gabungan kemudian melakukan tembakan peringatan agar masyarakat yang melakukan pencurian meninggalkan perkebunan PT. SCC,” ucapnya.

Kemudian pada awalnya sekelompok masyarakat yang diduga merupakan pelaku pencurian TBS kelapa sawit tersebut melarikan diri ke dalam perkebunan.

Namun saat petugas patroli gabungan melakukan pengambilan barang bukti di lapangan berupa dodos, lunjung dan TBS, ada sekelompok orang yang melakukan pengancaman dan penyerangan kepada tim gabungan patroli.

Oleh sebab itu tim patroli melakukan tembakan peringatan kembali dengan maksud agar sekelompok masyarakat dapat menarik diri dari lokasi perkebunan.

“Tetapi beberapa orang tersebut tetap melakukan penyerangan dengan menggunakan senjata tajam,” ujarnya.

Lebih lanjut Erlan mengatakan, akibat terdapat sejumlah masyarakat yang tetap berusaha menyerang petugas menggunakan senjata tajam, personel berinisial TA melakukan tindakan kepolisian secara terukur terhadap salah satu masyarakat yang diketahui berinisial A.

Baca Juga:  Wagub Kalteng Edy Pratowo Panen Perdana Padi Varietas IR 42/PB-42 di Desa Belanti Siam

Dari tindakan tegas dan terukur tersebut, A diketahui terkena peluru di bagian perut dan segera dibawa ke rumah sakit. Namun ketika dirujuk ke RS Bhayangkara, pria tersebut kritis dan meninggal dunia.

“Atas peristiwa ini kita membentuk tim gabungan dari Ditreskrimum dan Bidpropam untuk menindaklanjuti perkara tersebut,” tuturnya.

Perwira dengan pangkat tiga melati di pundaknya ini mengungkapkan, terhadap anggota yang melakukan tindakan kepolisian secara terukur tersebut telah diamankan dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami saat ini tengah menyelidiki lebih dalam kasus ini,” demikian Kombes Pol Erlan Munaji. (Ant/KPO-3)

Iklan
Iklan