Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Tapin

Triwulan III Angka Prevelensi Stunting Tapin Turun Sebesar 13,24 Persen 

×

Triwulan III Angka Prevelensi Stunting Tapin Turun Sebesar 13,24 Persen 

Sebarkan artikel ini
Pj BUPATI TAPIN - Muhammad Syarifuddin menyerahkan langsung satu paket telur untuk perbaikan gizi. (KP/Ist)

Rantau, KP – Pemerintah Kabupaten Tapin dibawah kepemimpinan Penjabat Bupati Tapin Muhammad Syarifuddin berhasil menurunkan angka prevelensi stunting pada triwulan III sebesar 13,24 persen, dibandingkan dengan capaian pada triwulan II yakni sebesar 13, 60 persen.

Hal itu disampaikan Pj Bupati Tapin Muhammad Syarifuddin saat menyampaikan laporannya di hadapan Tim Evaluasi Penjabat Bupati Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia. Kamis (27/6/2024) kemarin.

“Alhamdulillah angka prelevansi stunting pada triwulan III ini turun dibandingkan pada triwulan II,” ungkap Pj Bupati Tapin.

Penurunan ini, berkat sinergitas dan kolaborasi pemerintah daerah dengan masyarakat, secara bersama-sama memerangi stunting agar kedepan segera tuntas. Sehingga di wilayah Tapin tidak lagi ditemukan stunting.

“Penurunan angka prelevansi stunting Di Tapin dilakukan berkat dukungan masyarakat dalam mensukseskan program kesehatan melalui pendekatan-pendekatan dengan memberikan penyuluhan  kesehatan, pelayanan kesehatan, peningkatan akses terhadap makanan bergizi, serta memantau pertumbuhan bagi ibu hamil, ibu memiliki balita dan calon ibu hamil di Posyando atau pelayanan kesehatan,” papar Pj Bupati Tapin.

Adapun upaya yang dilakukan pemerintah dalam penurunan stunting dengan melakukan pengelolaan pelayanan kesehatan gizi masyarakat, penanggulangan gizi buruk , pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal dan memberikan bantuan penyediaan paket telur ayam kepada sasaran anak stunting serta pemberian bantuan sosial kepada ibu hamil miskin dan anak yang stunting sebesar Rp350.000 perbulan.

Disamping itu pula pemerintah telah menggiatkan Posyando terintegrasi intervensi serentak dengan melakukan 10 aksi nyata penurunan stunting dengan sasaran calon pengantin, ibu hamil dan ibu memiliki bayi dan balita.

“Gebyar serentak intervensi penurunan stunting ini dilakukan seperti penimbangan badan, pengukuran badan, kepada semua ibu hamil dan ibu memiliki bayi dan balita serta penyuluhan edukasi terhadap ibu calon pengantin,” ujarnya.

Baca Juga:  Bupati Tapin Kibarkan Bendera Merah Putih di Kaki Pegunungan Meratus

Dengan gerakan intervensi serentak diharapkan kasus stunting di Kabupaten Tapin terus  menurun sesuai dengan apa yang telah ditargetkan pemerintah pusat. (abd/K-6)

Iklan
Iklan