BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Job Fair Kalimantan Selatan 2026 resmi digelar di Gedung Sultan Suriansyah, Banjarmasin, pada 4 hingga 6 Agustus 2026. Ajang yang mempertemukan perusahaan dengan para pencari kerja ini menawarkan sebanyak 2.008 lowongan dari berbagai sektor. Namun, masyarakat diimbau tidak hanya terpaku pada besarnya jumlah lowongan, melainkan juga memperhatikan status pekerjaan yang ditawarkan.
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalimantan Selatan tahun ini melakukan penyaringan terhadap seluruh lowongan yang dibuka. Langkah tersebut dilakukan dengan memisahkan posisi berstatus karyawan tetap, tenaga kerja luar negeri, dan pekerjaan alih daya atau outsourcing, sehingga pencari kerja dapat mengetahui secara jelas jenis pekerjaan yang mereka lamar.
Kepala Disnakertrans Kalsel, Irfan Sayuti, mengungkapkan dari total 2.008 lowongan yang tersedia, sekitar 1.200 di antaranya merupakan posisi karyawan tetap atau permanen. Selain itu, terdapat sekitar 350 kesempatan kerja di luar negeri, sedangkan sisanya merupakan posisi outsourcing yang tetap akan diawasi proses penempatannya.
Menurut Irfan, pemisahan kategori lowongan tersebut menjadi pembaruan dibanding pelaksanaan job fair tahun sebelumnya. Dengan sistem tersebut, masyarakat tidak lagi hanya melihat banyaknya lowongan yang tersedia, tetapi juga memperoleh informasi yang lebih transparan mengenai status pekerjaan yang ditawarkan masing-masing perusahaan.
“Kalau tahun kemarin masih ada sedikit bercampur dengan outsourcing alih daya, kalau tahun ini kita pilah,” ujar Irfan saat membuka Job Fair Kalsel 2026 di Gedung Sultan Suriansyah, Selasa (4/8/2026).
Ia menjelaskan, keberhasilan penyelenggaraan job fair tidak semata-mata diukur dari jumlah lowongan maupun banyaknya peserta yang diterima bekerja. Yang lebih penting adalah terciptanya kecocokan antara kebutuhan perusahaan dengan kemampuan para pencari kerja, sehingga hubungan kerja dapat berlangsung lebih berkelanjutan.
Karena itu, perusahaan peserta job fair telah menyampaikan kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan, mulai dari tingkat pendidikan hingga keterampilan tertentu. Melalui proses tersebut, Disnakertrans berharap perusahaan dapat memperoleh tenaga kerja yang sesuai, sementara pencari kerja mendapatkan pekerjaan yang benar-benar sejalan dengan kompetensinya.
Irfan menambahkan, pendekatan tersebut juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap penurunan angka pengangguran di Kalimantan Selatan. Berdasarkan data sementara, tingkat pengangguran di provinsi ini berada di kisaran 3,8 persen atau mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai sekitar 3,84 persen.
Di sisi lain, kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas masih tergolong terbatas. Pada Job Fair Kalsel 2026, baru tersedia sekitar 20 lowongan yang secara khusus diperuntukkan bagi kelompok disabilitas. Meski demikian, Disnakertrans terus mendorong perusahaan agar semakin membuka ruang bagi penyandang disabilitas untuk bergabung di dunia kerja. Selain itu, pemerintah juga memberikan dukungan melalui pengembangan usaha mandiri, seperti bidang katering, tata boga, hingga unit usaha lainnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, menilai Job Fair menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh pekerjaan sesuai kemampuan yang dimiliki. Ia juga mengapresiasi keterlibatan perusahaan yang mulai membuka peluang bagi penyandang disabilitas sebagai bagian dari upaya menciptakan dunia kerja yang lebih inklusif.
Menurutnya, seluruh masyarakat memiliki hak yang sama untuk memperoleh pekerjaan. Ia berharap pelaksanaan Job Fair terus berlanjut setiap tahun dengan jumlah lowongan yang semakin banyak, sehingga mampu memperluas kesempatan kerja sekaligus mendukung penurunan angka pengangguran di Kalimantan Selatan. (nug/KPO-3)















