Banjarbaru, KP — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemrov Kalsel) terus melanjutkan pengembangan kawasan Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari meski bangunan utamanya telah rampung dan difungsikan.
Fokus pembangunan kini beralih pada penyelesaian fasilitas penunjang guna meningkatkan kenyamanan jemaah serta mendukung operasional masjid secara menyeluruh.
Sejumlah infrastruktur seperti penataan kawasan, area parkir, taman, kolam, hingga menara masih dikerjakan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kalsel, Ryan Tirta Nugraha, menjelaskan bahwa bangunan utama masjid telah selesai dan sudah diserahterimakan kepada Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) untuk operasional.
Pada tahun anggaran 2026, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp5 miliar yang difokuskan untuk pembangunan sistem drainase serta akses penghubung menuju gedung utama.
Proyek tersebut kini telah memasuki tahap kontrak sehingga pekerjaan fisik segera dimulai.
“Bangunan utama sudah selesai dan telah diserahterimakan secara operasional. Tahun ini kami fokus pada pembangunan drainase dan akses penghubung,” ujar Ryan.
Sementara itu, penyediaan sarana di dalam masjid seperti karpet dan sistem suara berada di bawah kewenangan Biro Kesra.
Meski fasilitas sound system yang ada dinilai cukup memadai, penyempurnaan masih diperlukan dan menunggu arahan lebih lanjut terkait instansi teknis yang akan menangani pengadaannya. (mns/K-2)















