BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Atlet Balangan yang berhasil meraih medali pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII dan Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) Kalsel 2025 di Tanah Laut mengeluhkan belum cairnya bonus.
Pasalnya, bonus yang diserahkan pada Hari Jadi Kabupaten Balangan hanya diberikan buat atlet peraih medali cabang olahraga rekreasi dari KORMI.
Terkait keluhan atlet tersebut, Ketua Umum KONI Balangan, Muhammad Fuad Rida melalui rilisnya, Jumat (17/4) mengatakan pihaknya mengucapkan terima kasih kepada rekan wartawan yang telah menyampaikan aspirasi para atlet ini.
“Kami memahami pencairan bonus adalah hal yang sangat dinantikan oleh para atlet sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras mereka di Porprov 2025 di Tanah Laut,” ujarnya..
Secara administrasi, lanjut Fuad, KONI Balangan sudah jauh-jauh hari menuntaskan tugas mulai dari pengajuan dan pengusulan bonus,, menyampaikan data hasil pelaksanaan Porprov kepada Disporapar Balangan sesaat setelah Porporv selesai dilaksanakan,
“Namun perlu kami sampaikan juga persoalan bonus atlet, mulai dari persetujuan besaran anggaran hingga mekanisme pencairannya, berada di bawah kewenangan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) atau Pemerintah Daerah Kabupaten Balangan,” tandasnya.
KONI Balangan, lanjut Fuad, pada dasarnya sudah beberapa kali melakukan komunikasi terkait hal ini dengan harapan agar proses pemberian bonus dapat terialisasi sesegera mungkin.
“Namun, hal penting lainnya, kita tentu juga harus memahami jika disporapar memiliki mekanisme pengelolaan anggaran tersendiri,” ucapnya.
sampai hari ini, kata Fuad, pihaknya menerima info, Dispora ternyata masih perlu menyiapkan beberapa Instrumen administrasi lagi karena adanya keharusan untuk menyesuaikan dengan peraturan/regulasi terbaru terkait pemberian bonus.
Untuk kepastian hal-hal tersebut serta kepastian teknis dan jadwal pencairan, pihaknya menyarankan untuk sama-sama mengkonfirmasi ke pihak Disporapar Balangan selaku instansi yang berwenang.
“Insya Allah, kami KONI Kabupaten Balangan sendiri akan ke Diporapar pada hari Senin tanggal 20 April 2022 guna menjalin komunikasi hal tersebut,” janji Fuad.
Seperti diberitakan, seorang atlet disabilitas Balangan peraih medali pada Peparprov Kalsel di Tanah Laut, tampak termenung dan sedih.
Medali yang ia perjuangkan dengan peluh dan keterbatasan fisik itu kini tergantung di dinding, namun tak kunjung mampu menambal lubang kebutuhan dapur keluarganya.
“Kami sangat berharap bonus itu cair di momen Hari Jadi Kabupaten kemarin. Selain untuk biaya hidup anak dan istri, saya butuh modal untuk kembali berlatih agar performa tidak turun,” ungkap sang atlet disabilitas dengan nada lirih yang minta namanya dirahasiakan, Kamis (16/4/2026).
Harapannya dan ratusan atlet lainnya sejatinya memuncak saat peringatan Hari Jadi Kabupaten Balangan ke-23 beberapa waktu lalu. Namun, kenyataan di lapangan justru memicu tanda tanya besar di kalangan pejuang olahraga prestasi tersebut.
Senada, salah satu atlet peraih medali di cabang olahraga bela diri pada ajang Porprov XII juga menyuarakan kegelisahannya.
Baginya, bonus tersebut bukan sekadar hadiah, melainkan bentuk apresiasi atas risiko fisik yang ditempuh selama bertanding.
“Cabang bela diri itu risikonya tinggi, benturan dan cedera adalah makanan sehari-hari saat di Tanah Laut kemarin. Kami sudah memberikan yang terbaik untuk nama daerah, jadi kami sangat berharap bonus bisa segera dicairkan. Uang itu sangat kami perlukan untuk pemulihan fisik dan persiapan kejuaraan berikutnya agar mental bertanding kami tetap terjaga,” ujar atlet bela diri tersebut yang meminta namanya tidak disebutkandidamlingi salah satu pengurus nya.
Hal yang sama juga diungkapkan salah seorang pengurus cabang olahraga. “Sangat disayangkan pencairan bonus tak ada kepastian dan menjadi ‘basi’, ungkapnya.
Dia juga mengingatkan agar jangan terjadi like dan dislike terhadap atlet dan pembinaan olahraga di Balangan.
“Ini akan menurunkan semangat dan motivasi atlet berjuang di lapangan pada Porprov dan Peparprov mendatang,” tandasnya.
Begitu sedih dan kecewanya atlet peraih Porprov dan Peparprov Balangan karena saat prosesi penyerahan bonus secara simbolis dilakukan di tengah rangkaian acara hari jadi.
Porprov atau Peparprov yang bertarung di ajang olahraga prestasi, panggung justru diperuntukkan bagi para atlet olahraga rekreasi. (ful/KPO-3)















