PALANGKA RAYA, Kalimantanpost.com — Majelis Jemaat Gereja Kalimantan Evangelis Bumi Palangka menggelar puncak perayaan Paskah sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 di halaman Gereja Betesda, Jalan Rajawali Km 7, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan diisi ibadah syukur dan beragam lomba yang melibatkan jemaat lintas usia.
Ketua Satuan Tugas Perayaan, Sanggam Djinu, melaporkan kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan SK Majelis Pelaksana Harian MJ GKE Bumi Palangka Nomor 02/MPHJ-GKE/BP/III/2026 tertanggal 5 Maret 2026 tentang penetapan satgas Paskah dan HUT. Sejumlah lomba digelar untuk memeriahkan suasana, antara lain catur, domino, halma, serta lomba memasak nasi goreng.
Ia juga menyampaikan transparansi keuangan kegiatan. Dari sumbangan jemaat terkumpul dana Rp31.683.000, dengan realisasi penggunaan Rp27.314.000.
Ketua Lingkungan Pelayanan II Gereja Betesda, Jubenhin, memaparkan kilas sejarah berdirinya majelis jemaat yang resmi terbentuk pada 1 April 2003. Ia menuturkan, cikal bakal Gereja Betesda bermula pada 1986 sebagai Lingkungan Pelayanan Km 7 dari Majelis Jemaat GKE Palangka. Saat itu, jemaat beribadah secara berpindah-pindah, mulai dari Aula Hansip (kini gedung SPN) hingga Balai Latihan Pertanian (kini kawasan Water Boom Kalawa).
Pembangunan gereja lama dimulai 17 September 1989 dan ditahbiskan sekaligus digunakan untuk kebaktian pertama pada 24 November 1990 oleh Pendeta B. Adam. Seiring pertumbuhan jemaat, kapasitas gedung tak lagi mencukupi, sehingga dilakukan perluasan dan pembangunan gedung baru.
Gedung Gereja Betesda yang baru mulai dibangun 21 April 2002 dengan ukuran 19 x 40 meter. Bangunan ini mulai difungsikan pada 6 Desember 2007 saat perayaan Natal Seksi Pelayanan Wanita, meski lantainya saat itu masih berupa cor semen. Gedung lama kemudian difungsikan sebagai kantor majelis jemaat dan ruang Sekolah Minggu.
Ketua Majelis Jemaat GKE Bumi Palangka, Pendeta Ina Gantiani, S.Th, menyampaikan syukur atas perjuangan para pendahulu yang meletakkan fondasi pelayanan hingga jemaat dapat bertumbuh seperti sekarang.
“Momentum Paskah ini menjadi kebangkitan iman bagi kita untuk terus berjalan bersama, saling menolong, dan hidup dalam kasih Kristus,” ujarnya.
Sementara itu, Nora dari Seksi Pelayanan Perempuan yang juga tergabung dalam satgas perayaan menambahkan, pihaknya turut memeriahkan Paskah melalui lomba baca puisi rohani, estafet karung, dan pencarian telur puyuh bagi jemaat.(Yld/KPO-1)















