Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Di Tengah Arus Digital, Banjarmasin Sukses Jaga Bahasa Daerah

×

Di Tengah Arus Digital, Banjarmasin Sukses Jaga Bahasa Daerah

Sebarkan artikel ini
IMG 20260525 WA0026 1 scaled e1779712097814
PENGHARGAAN - Penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah Tahun 2026 Pada Puncak Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) yang Berlangsung di Gedung Garuda Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Kemendikdasmen, Depok, Jawa Barat, Senin (25/5/2026). (Kalimantanpost.com/repro Humas)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Pemerintah Kota Banjarmasin kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Di tengah derasnya perkembangan teknologi dan budaya digital yang mulai menggeser penggunaan bahasa daerah, Banjarmasin justru mendapat penghargaan atas komitmennya dalam menjaga dan melestarikan bahasa Banjar di tengah masyarakat.

Penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah Tahun 2026 diberikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Kalimantan Post

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya Pemko Banjarmasin dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah melalui dunia pendidikan, kebijakan pemerintah, hingga keterlibatan masyarakat.

Penghargaan diserahkan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI kepada Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR pada puncak Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) 2026 di Gedung Garuda Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Kemendikdasmen, Kota Depok, Jawa Barat, Senin (25/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota turut didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Ryan Utama beserta jajaran pemerintah daerah dan unsur pendidikan.

Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR mengatakan penghargaan itu menjadi bukti bahwa bahasa daerah masih memiliki peran penting di tengah perkembangan zaman.

Menurutnya, bahasa Banjar bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga bagian dari identitas dan jati diri masyarakat daerah.

“Bahasa daerah tidak boleh hilang ditelan zaman, pemerintah ingin generasi muda tetap mengenal, menggunakan, dan bangga terhadap bahasa Banjar sebagai bagian dari identitas budaya daerah,” ujarnya.

Ia menilai tantangan terbesar saat ini adalah mulai berkurangnya penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan perkotaan dan ruang digital. Meski begitu, pemerintah melihat kondisi tersebut juga membuka peluang untuk menghadirkan inovasi pelestarian bahasa melalui sekolah, media sosial, kegiatan budaya, hingga kolaborasi dengan komunitas kreatif.

Baca Juga :  Al Mazaya Islamic School Wisuda 114 Siswa, Perkuat Pendidikan Berbasis Karakter dan Kurikulum Internasional

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Ryan Utama menyebut penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus memperkuat program revitalisasi bahasa daerah secara berkelanjutan. Menurutnya, sekolah memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan peserta didik agar tetap dekat dengan bahasa dan budaya lokal sejak dini.

“Kami ingin revitalisasi bahasa daerah tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi benar-benar hadir dalam proses pendidikan, kegiatan seni budaya, dan kehidupan sosial peserta didik,” katanya.

Ke depan, Pemko Banjarmasin berencana memperluas program pelindungan bahasa daerah melalui penguatan literasi budaya di sekolah, pelatihan guru, pengembangan bahan ajar berbasis kearifan lokal, hingga peningkatan konten digital berbahasa Banjar.

Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga eksistensi bahasa daerah sekaligus memperkuat karakter generasi muda agar tetap memiliki akar budaya yang kuat di tengah arus modernisasi. (nug/KPO-4)

Iklan
Iklan