Banjarbaru, KP – Pembangunan megaproyek Jembatan Pulau Laut telah berproses.
Setelah berkontrak pada bulan Maret 2026 lalu.
Pembangunan jembatan dibagi menjadi tiga paket pekerjaan.
Sisi Batulicin sepanjang sekitar satu kilometer yang digarap PT Pembangunan Perumahan (PP), PT Waskita Karya dan PT Borneo Berkah Abadi (BBA) KSO dengan anggaran sekitar Rp1 triliun.
Sisi Kotabaru sepanjang 1,5 kilometer digarap PT Nindya Karya dan PT Brantas Abipraya dengan nilai sekitar Rp993 miliar.
Adapun bentang tengah sepanjang 500 meter dikerjakan PT Hutama Karya dan PT Adhi Karya dengan anggaran sekitar Rp2,8 triliun.
Direktur Jendral (Dirjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Roy Rizali Anwar, akhir pekan lalu, monitoring pembangunan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel, M. Yasin Toyib, mengatakan dalam kunjungannya, Dirjen Bina Marga meminta adanya sinkronisasi pengerjaan melalui pembentukan core team karena proyek dikerjakan oleh pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.
Dua bagian pendekat dikerjakan pemprov, sedangkan bentang tengah oleh garap Kementerian PU.
“Karena itu diminta satu core team untuk mengoordinasikan seluruh pekerjaan,” ujar Yasin.
Tim tersebut nantinya bertugas mengatur sinkronisasi pekerjaan, menghitung kebutuhan material hingga menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi kendala pasokan semen, agregat maupun pasir.
Yasin menyebut, Dirjen juga menekankan pentingnya konektivitas jalan menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mekar Putih, termasuk kualitas titik sambung jalan antara sisi selatan dan utara proyek agar tidak memicu perbaikan setelah pembangunan selesai.
Saat ini progres proyek disebut masih sesuai jadwal.
Di sisi Batulicin sudah beroperasi lima alat bore pile dan akan ditambah satu unit lagi dari Pulau Jawa.
Sementara di sisi Kotabaru terdapat tiga alat bore pile, sedangkan pengerjaan bentang tengah telah menyiapkan dua tongkang.
“Kami mengharapkan proyek multiyears 2026–2028 ini mampu memperkuat konektivitas antarwilayah di Kalsel. Termasuk peningkatan ekonomi daerah,” harap Yasin.
Tinjau Lokasi
Dari itu pula, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU, Roy Rizali Anwar melakukan monitoring lapangan Pembangunan Jembatan Pulau Laut yang menghubungkan Kotabaru – Batulicin.
M Yasin Toyib, mengatakan dalam kunjungan itu Dirjen Bina Marga meminta adanya sinkronisasi lintas pihak melalui pembentukan tim koordinasi khusus.
Langkah tersebut dinilai penting karena pembangunan jembatan melibatkan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi. (mns/K-2)















