Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

RSUD Terdampak Gempa NTT Ditargetkan Kemenkes Pulih dalam Sepekan

×

RSUD Terdampak Gempa NTT Ditargetkan Kemenkes Pulih dalam Sepekan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260816 WA0039
Pegawai dan wisatawan asing melihat gedung Hotel Jayakarta yang rusak akibat gempa di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyatakan gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo dengan kedalaman 10 km di 46 kilometer timur laut Labuan Bajo itu terjadi pada pukul 06.13 WITA setelah sebelumnya gempa berkekuatan M 7,7 juga terjadi di timur laut Mbay Nagekeo, NTT. (Antara)

JAKARTA, Kalimantanpost.com – – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan pihaknya menargetkan seluruh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) bisa melakukan layanan dasar lagi dalam seminggu, dengan fokus operasi trauma, layanan ibu dan anak, serta hemodialisa.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes Agus Jamaludin mengatakan di Jakarta, Minggu (16/8/2026), khusus RSUD Nagekeo yang rusak berat akan dikirimkan set RS Mobil, termasuk fasilitas ruang operasi ke Nagekeo.

Kalimantan Post

Sementara itu, katanya, RSUD Borong dan RSUD Komodo disiapkan sebagai RS rujukan dari Nagekeo.

Agus menjelaskan dari 21 RS di delapan kabupaten dan kota NTT ada enam yang rusak ringan dan tiga yang rusak berat. Sementara itu 16 RS beroperasi penuh, empat beroperasi sebagian, dan satu belum beroperasi.

Selain itu, kata dia, dari 190 puskesmas di NTT, 122 beroperasi penuh, 49 beroperasi sebagian, dan 19 belum beroperasi. Sebanyak 11 rusak ringan, 37 rusak sedang, dan 20 rusak berat.

“⁠Diharapkan dalam dua minggu seluruh puskesmas yang rusak sudah beroperasi minimal kembali, fokus ke layanan ibu hamil, melahirkan, dan imunisasi,” katanya.

Pihaknya juga sedang dalam tahap finalisasi struktur Health Emergency Operation Center (HEOC) untuk merespons bencana tersebut.

“Identifikasi detail masalah kesehatan, faskes, alkes, kebutuhan obat-obatan, akan diselesaikan tim HEOC besok agar bisa dipakai sebagai acuan tim relawan; datang ke mana, butuhnya apa, kontaknya siapa,” kata Agus.

Pihaknya juga akan mengirimkan delapan paket obat-obatan dasar, lima paket emergency kit; 1.000 handscoon steril, 20 ribu handscoon non-steril, 20 ribu masker bedah medis; 10 unit oksigen konsentrator dan dua tenda pos kesehatan.

“Delapan tenda disiagakan apabila dibutuhkan EMT tipe 1 fix,” katanya.

Baca Juga :  Kunjungan Kerja ke Kalsel, Menag RI Serukan Pesan Pentingnya Menjaga Kerukunan Umat Beragama

Gempa bumi terjadi pada Sabtu (15/8) sekitar pukul 04.58 WIB dengan kekuatan magnitudo 7,7 dan pusat gempa berada sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 10 kilometer.

Gempa sempat memicu peringatan dini tsunami yang kemudian diakhiri BMKG pada pukul 09.00 WITA setelah tidak terpantau adanya tsunami. (Ant/KPO-3)

Iklan
Iklan