Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarbaru

Kecamatan Banjarbaru Utara Terapkan LOSEDA untuk Kurangi Sampah Organik

×

Kecamatan Banjarbaru Utara Terapkan LOSEDA untuk Kurangi Sampah Organik

Sebarkan artikel ini
Hal 6 3 KLM BJB 2 8
SAMPAH- Camat Banjarbaru Utara, Taufik Purwanto, memperagakan penggunaan LOSEDA (Lodong Sisa Dapur) saat sosialisasi pengelolaan sampah organik di halaman Kantor Kecamatan Banjarbaru Utara, Selasa (19/5/2026). (KP/Devi)

Banjarbaru, KP – Upaya mengurangi timbunan sampah di Kota Banjarbaru terus digencarkan mulai dari lingkungan rumah tangga. Pemerintah Kecamatan Banjarbaru Utara (BBU), Selasa (19/5/2026), menggelar sosialisasi sekaligus praktik langsung penggunaan LOSEDA (Lodong Sisa Dapur) kepada seluruh pegawai di lingkungan kantor kecamatan.

Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Banjarbaru Utara itu dipimpin langsung oleh Camat Banjarbaru Utara, Taufik Purwanto, didampingi Sekretaris Kecamatan BBU, Hery Isdaryoko.

Kalimantan Post

Sosialisasi tersebut merupakan tindak lanjut edukasi pengelolaan sampah organik yang sebelumnya telah dilakukan bersama Tim Penggerak PKK Kecamatan Banjarbaru Utara.

Dalam kegiatan itu, pemerintah kecamatan memperkenalkan LOSEDA sebagai metode sederhana pengelolaan sampah organik rumah tangga. Sistem tersebut menggunakan pipa lodong yang ditanam di tanah untuk mengurai limbah dapur menjadi pupuk kompos alami.

Taufik Purwanto memperagakan langsung cara penggunaan LOSEDA dengan memasukkan sisa makanan, kulit buah, dan limbah dapur organik ke dalam pipa yang telah tertanam di tanah.

“Kita ingin penanganan sampah ini bukan sekadar wacana, tetapi dimulai dari tindakan nyata. LOSEDA adalah solusi yang murah, mudah, dan efisien untuk menyelesaikan masalah sampah organik langsung dari sumbernya, yaitu dapur kita sendiri,” ujarnya di sela kegiatan.

Suasana sosialisasi berlangsung interaktif. Sejumlah pegawai terlihat memperhatikan tahapan pemasangan hingga praktik penggunaan LOSEDA. Bahkan beberapa pegawai ikut mencoba memasang lodong secara langsung di area kantor kecamatan.

Menurut Taufik, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya pengelolaan sampah yang dimulai dari lingkungan internal pemerintahan sebelum diterapkan secara luas di masyarakat.

Sementara itu, Sekcam Banjarbaru Utara, Hery Isdaryoko, menegaskan perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah harus dimulai dari aparatur pemerintah.

“Sebelum kita meminta masyarakat bergerak, seluruh karyawan dan karyawati Kecamatan BBU harus paham dan mempraktikkannya terlebih dahulu di rumah masing-masing. Kita harus menjadi role model,” katanya.

Baca Juga :  Kelurahan Landasan Ulin Utara Gencarkan Edukasi Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga

Melalui program ini, Kecamatan Banjarbaru Utara menargetkan pengurangan volume sampah organik yang selama ini langsung dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Pemilahan sampah dari rumah dinilai menjadi langkah efektif untuk menekan beban pengangkutan sampah harian.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarbaru, M. Hafidhuddin Noor, yang sekaligus menyerahkan bantuan LOSEDA dari DLH kepada Kecamatan Banjarbaru Utara.

Hafidhuddin Noor mengapresiasi langkah cepat Kecamatan Banjarbaru Utara dalam mendukung program pengelolaan sampah organik dari sumber melalui program Kilau Emas.

“DLH sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Kecamatan Banjarbaru Utara dalam mendukung program pengelolaan dan pemilahan sampah organik dari sumber menggunakan LOSEDA. Kalau ini konsisten dilakukan, dampaknya akan sangat besar terhadap pengurangan sampah di kota kita,” ujarnya. (Dev/K-5)

Iklan
Iklan