Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

Unjuk Rasa Kecam Keras Kebijakan Rezim Prabowo – Gibran, Dinilai Bobrok dan Rugikan Rakyat

×

Unjuk Rasa Kecam Keras Kebijakan Rezim Prabowo – Gibran, Dinilai Bobrok dan Rugikan Rakyat

Sebarkan artikel ini
IMG 20260615 WA0023 e1781512710608
Ratusan mahasiswa sedang berunjuk rasa di depan Kantor DPRD Kalsel. (Kalimantanpost.com/Hamdi).

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Pengunjuk rasa yang merupakan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan (Kalsel) mengecam keras kebijakan di masa rezim Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka yang dinilai bobrok dan merugikan rakyat.

Contohnya seperti program Makan Gratis Bergizi (MBG) yang hingga saat ini tetap dipaksa berjalan. Meski Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) beserta beberapa jajarannya tertangkap karena kasus korupsi.

Kalimantan Post

Plt Ketua Ketum BEM ULM, Satria Bima yang sedang beorasi menyebutkan sebelum adanya kasus korupsi tersebut. Sudah banyak kasus siswa keracunan MBG hingga kualitas menu MBG yang dinilai tidak sesuai dengan anggaran yang dikeluarkan.

“Sebenarnya sudah banyak kasus negatif dari MBG ini, tapi sampai hari ini pemerintah tidak ada niatan untuk mengevaluasi dan memilih tetap melanjutkannya demi kepentingan,” ucap Satria dihadapan Ketua DPRD Kalsel Supian HK beserta jajaran anggota dewan lainnya,” Senin (15/6/2026).

Selain itu, banyak diketahui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di masing-masing daerah berlomba-lomba untuk membuat sarana prasarana dapur MBG yang bagus dan memenuhi standar.

Namun di sisi lain, dunia pendidikan terutama di wilayah pelosok terpecil berbanding terbalik dengan kondisi dapur MBG. Sebab masih banyak sekolah yang kondisinya cukup memprihatikan.

“Kesejahteraan pendidikan di pelosok terpecil tidak diperhatikan, malah dapur MBG tetap bagus. Jangan sampai di Kalsel seperti itu,” tekannya.

Masyarakat juga sangat menyayangkan pengangkatan Kepala BGN yang baru karena tidak memiliki kompetensi untuk program nasional tersebut.

“Pemerintah seperti tidak pernah belajar dari kesalahannya. Rezim Prabowo – Gibran ini tetap menghadirkan penjabat yang loyalitas, tapi lupa moral dan kompetensi,” kesalnya.

Tidak hanya program MBG, para pengunjuk rasa juga menyoroti kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diputuskan mendadak dan saat rakyat tertidur lelap.

Baca Juga :  Meksiko, Swiss, Skotlandia dan AS memimpin

“Kenaikan BBM ini tentunya membuat masyarakat semakin menjerit di kondisi ekonomi saat ini karena akan berpotensi pada kenaikan kebutuhan lainnya. Tentu ini sangat merugikan rakyat,” tegasnya.

Hingga saat ini unjuk rasa masih berlangsung di depan Kantor DPRD Kalsel. Secara bergantian mahasiswa menyampaikan orasi di depan Ketua DPRD Kalsel, Supian HK beserta jajaran anggota lainnya yang bersedia menemui massa.

Meski hujan lebat sempat turun di tengah-tengah unjuk rasa, kenyataannya tak mematahkan semangat mahasiswa yang menyampaikan aspirasi terkait keresahan masyarakat saat ini terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai bobrok. (ham/KPO-3)

Iklan
Iklan