Banjarbaru, KP– PT Borneo Indobara (BIB) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) menggelar pelatihan keterampilan bagi masyarakat Desa Sumber Makmur, Kecamatan Satui, sebagai upaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di wilayah operasional perusahaan.
Pelatihan yang berlangsung pada 14–19 Juni 2026 tersebut menghadirkan praktisi dari SBK Sasirangan, salah satu UMKM unggulan binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Banjarbaru. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) antara CSR PT Borneo Indobara dan Pemerintah Desa Sumber Makmur untuk mendorong terciptanya masyarakat yang mandiri dan produktif.
Owner SBK Sasirangan, Reni, mengatakan antusiasme peserta selama pelatihan menjadi modal penting dalam mengembangkan produk kerajinan yang memiliki nilai jual dan identitas lokal.
“Saya melihat peserta memiliki semangat belajar yang luar biasa. Kreativitas yang ditunjukkan selama pelatihan menjadi modal penting untuk menghasilkan produk yang unik dan memiliki ciri khas tersendiri,” ujarnya di Banjarbaru, Jumat (26/6).
Sebanyak 30 peserta mengikuti pelatihan yang dipandu langsung oleh Reni bersama praktisi Sandi Agustinus. Selama enam hari, peserta mendapatkan materi mengenai sejarah dan nilai budaya kain Sasirangan, teknik dasar pembuatan motif dan pewarnaan, praktik pembuatan eco print menggunakan bahan alami ramah lingkungan, hingga strategi pengembangan usaha dan pemasaran produk kreatif.
Perwakilan Manajemen CSR PT Borneo Indobara, Silvyna Aditia, mengatakan pelibatan praktisi berpengalaman bertujuan agar masyarakat tidak hanya mampu memproduksi kerajinan, tetapi juga menghasilkan produk yang memenuhi standar pasar.
“CSR PT Borneo Indobara berkomitmen mendukung pengembangan produk lokal yang potensial, termasuk membuka akses pasar melalui pameran di tingkat regional, nasional, hingga internasional,” katanya.
Kepala Desa Sumber Makmur, Muhammad Adib, mengapresiasi sinergi yang terjalin antara pemerintah desa, perusahaan, dan pelaku UMKM dalam meningkatkan kapasitas masyarakat.
Ia berharap pelatihan tersebut mampu melahirkan produk unggulan desa yang memiliki daya saing sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Melalui pendampingan dari pelaku usaha profesional, program ini diharapkan menjadi katalisator lahirnya kelompok usaha kreatif baru di Desa Sumber Makmur yang mampu memperkuat identitas budaya daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. (Dev/K-5)















