Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Lifestyle

Kecemasan Dapat Mempengaruhi Kualitas Sperma dan Sel Telur Pasangan Rencanakan Kehamilan

×

Kecemasan Dapat Mempengaruhi Kualitas Sperma dan Sel Telur Pasangan Rencanakan Kehamilan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260629 WA0027 e1782719207326
Ilustrasi - Seorang wanita sedang mengalami stres. (Antara/Shutterstock)

JAKARTA, Kalimantanpost.com – Ketua dan Direktur Pelaksana klinik kesuburan di Delhi, India, Gaudium IVF Dr Manika Khanna menyebut kecemasan dapat mempengaruhi kualitas sperma dan sel telur pasangan yang merencanakan kehamilan.

Dalam laporan Hindustan Times, Minggu (28/6/2026), Khanna mengaku telah melihat banyak kasus di mana pasien khawatir tentang apakah stres akan mempengaruhi kemampuan mereka untuk hamil.

Kalimantan Post

Baik untuk pria maupun wanita, kecemasan mempengaruhi sperma dan sel telur mereka. Dan semuanya dimulai dengan kortisol, menurut ahli tersebut, karena dengan kecemasan kronis, tubuh berada memproduksi terlalu banyak kortisol.

“Kortisol tinggi pada wanita dapat mengganggu kelenjar yang bertanggung jawab atas ovulasi, hipotalamus. Biomarker stres dikaitkan dengan waktu konsepsi alami yang lebih lambat pada wanita. Kortisol juga dapat mengganggu pematangan sel telur dengan memengaruhi kadar dua hormon yang memungkinkan perkembangan sel telur, yaitu hormon perangsang folikel (FSH) dan hormon luteinizing (LH),” kata Khanna.

Demikian pula stres kronis pada pria, ia mengakibatkan penurunan kadar testosteron yang secara langsung mempengaruhi jumlah dan motilitas sperma mereka. Kondisi emosional negatif dapat mengganggu hasil kesuburan dengan mempengaruhi kesehatan sel telur dan sperma.

“Stres itu sendiri biasanya tidak menyebabkan infertilitas. Yang terjadi adalah stres menyebabkan kelainan hormonal dan perubahan perilaku,” katan Khanna.

Dengan kata lain, dampak kecemasan pada kesuburan tidak terbatas pada kortisol atau perubahan hormonal. Kecemasan juga dapat memengaruhi perilaku sehari-hari yang penting selama perjalanan konsepsi, mulai dari tidur, nutrisi hingga kepatuhan medis. Gangguan berulang itu secara bertahap dapat menurunkan hasil kesuburan.

Khanna juga menilai gangguan secara berulang tersebut lebih berpengaruh terhadap kesuburan dibandingkan hormon stres tersebut.

Stres dan kecemasan dapat dikelola, bahkan kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan sehari-hari bisa berdampak besar terhadap penurunan stres jika dilakukan secara konsisten. Dia merekomendasikan latihan pernapasan 10 menit setiap hari, aktivitas fisik intensitas sedang seperti yoga atau jalan cepat, menjaga komunikasi terbuka antara pasangan untuk mengurangi tekanan kinerja, dan mencari konseling profesional ketika kecemasan mulai terasa berlebihan.

Baca Juga :  Hipertensi tak Terkontrol Bisa Memicu Komplikasi dan Gangguan Fungsi Ginjal

Pakar tersebut menyatakan bahwa kecemasan dapat dikelola, dan ia mengamati bahwa dengan menambahkan praktik kesehatan mental kecil, seseorang dapat melihat perbedaan besar.

Khanna turut merekomendasikan praktik kesehatan mental kecil namun konsisten untuk mengelola kecemasan, seperti melakukan latihan pernapasan penuh kesadaran selama 10 menit setiap hari, melakukan aktivitas fisik sedang seperti jalan cepat atau yoga, menjaga komunikasi terbuka antara pasangan dan mencari konseling profesional ketika kecemasan mulai terasa berlebihan. (Ant/KPO-3)

Iklan
Iklan