JAKARTA, Kalimantanpost.com – Pilihan gaya hidup, termasuk pilihan makanan dan minuman, berperan penting dalam upaya untuk mengendalikan tekanan darah menurut ahli gizi Dani Lebovitz, MS, RDN.
Sebagaimana dikutip dalam siaran Eating Well pada Kamis (18/6/2026), ia menyampaikan makanan dan minuman memengaruhi banyaknya cairan yang ditahan oleh tubuh, keseimbangan mineral penting seperti natrium dan kalium, seberapa baik pembuluh darah bekerja, dan faktor kesehatan lain seperti peradangan dan kesehatan usus.
Teh hijau selama ini dikenal sebagai minuman yang dapat membantu menjaga tekanan darah karena kandungan katekin pada tumbuhan itu dapat membantu pembuluh darah rileks dan mendukung aliran darah yang lebih lancar.
Namun, teh hijau bukan satu-satunya. Menurut ahli gizi, mengonsumsi minuman seperti jus prune, teh hibiscus, jus bit, jus delima, dan jus jeruk juga baik untuk menjaga tekanan darah.
Jus prune
Buah prune merupakan sumber antioksidan, kalium, dan serat. Satu cangkir jus prune kalengan menyediakan 2,5 gram serat dan 707 miligram kalium, yang merupakan 27 persen dari nilai harian kalium yang direkomendasikan untuk wanita.
“Penelitian menunjukkan asupan serat yang lebih tinggi dikaitkan dengan tekanan darah dan kesehatan kardiovaskular yang lebih baik, dan bukti yang muncul menunjukkan bahwa mikrobioma usus juga dapat berperan dalam pengaturan tekanan darah,” kata Lebovitz.
Teh hibiscus
Kandungan polifenol dalam teh hibiscus atau kembang sepatu bisa membantu relaksasi pembuluh darah, sehingga menurunkan tekanan darah. Senyawa yang terkandung pada kembang sepatu juga dapat menghambat enzim yang berperan dalam pengaturan tekanan darah, membantu menurunkan tekanan darah.
Lebovitz merekomendasikan untuk menyeduh teh hibiscus selama 5 hingga 10 menit guna mengeluarkan rasa dan senyawa tanaman yang bermanfaat bagi kesehatan.
Jus delima
Nutrisionis Payton Brewer, MS, RD, CPT menyampaikan, buah delima mengandung antioksidan seperti punicalagin dan antosianin, yang mendukung elastisitas arteri dan menghambat aktivitas enzim pengubah angiotensin, yang mempengaruhi tekanan darah.
Konsumsi delima secara teratur dikaitkan dengan penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik. Brewer merekomendasikan konsumsi jus delima tanpa tambahan gula untuk mendapatkan manfaat kesehatan optimal dari jus delima.
Jus bit
Bit merupakan sumber nitrat. Lebovitz menyampaikan bahwa tubuh akan mengubah nitrat tersebut menjadi oksida nitrat, yang membantu pembuluh darah rileks dan melebar sehingga darah dapat mengalir lebih mudah.
Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi jus bit setiap hari dapat secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik pada individu dengan hipertensi.
Minum 2,5 hingga 8 ons jus bit dapat memberikan efek yang berarti pada tekanan darah dan kesehatan jantung.
Karena bit memiliki rasa yang kuat dan khas, Lebovitz mengatakan, jus bit bisa dipadukan dengan jus apel, lemon, atau jahe.
Jus jeruk
Ahli gizi Lauren Manaker, M.S., RDN, LD mengatakan, buah jeruk mengandung senyawa hesperidin, flavonoid yang dikenal karena sifat antioksidan dan anti-inflamasinya.
Sebuah studi menunjukkan bahwa minum 500 mililiter jus jeruk atau jus jeruk yang diperkaya hesperidin per hari (kira-kira setara dengan dua gelas 8 ons) selama 12 minggu dikaitkan dengan penurunan tekanan darah sistolik dan tekanan nadi di antara individu dengan hipertensi pra dan stadium 1.
“Para peneliti juga mencatat bahwa versi yang diperkaya hesperidin menunjukkan manfaat akut setelah hanya satu dosis, dengan efek yang lebih kuat muncul setelah asupan berkelanjutan dari waktu ke waktu,” kata Manaker.
Menikmati segelas kecil jus jeruk saat sarapan atau setelah berolahraga bisa mendatangkan manfaat bagi upaya untuk menjaga tekanan darah.
Selain mengonsumsi minuman-minuman dengan manfaat kesehatan, orang dengan tekanan darah tinggi dianjurkan rutin berolahraga, mengelola stres, mengurangi asupan sodium, dan berkonsultasi dengan penyedia pelayanan kesehatan untuk menurunkan tekanan darah. (Ant/KPO-3)















