KANDANGAN, kalimantanpost.com – Ketua PCNU Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Ustadz Diny Mahdany, dan Ketua FKUB Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), KH. Mochjar Dahri, menyampaikan himbauan kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga nilai-nilai agama, moral, dan tatanan sosial di tengah perkembangan berbagai fenomena sosial yang dinilai berpotensi mengancam kehidupan bermasyarakat.
Keduanya secara khusus menyoroti isu LGBT serta pentingnya kewaspadaan terhadap penyebaran HIV yang belakangan menjadi perhatian sejumlah kalangan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Ustadz Diny mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap munculnya perilaku LGBT yang menurutnya mulai dipertontonkan secara terbuka dan seolah-olah mendapatkan ruang penerimaan di tengah masyarakat.
”Tentunya kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena berpotensi mencederai nilai-nilai akhlak yang selama ini dijunjung oleh masyarakat,” tegasnya.
Saat ini LGBT bukan merupakan bentuk ekspresi kebebasan yang dapat diterima dalam pandangan agama, melainkan suatu penyimpangan yang bertentangan dengan fitrah manusia serta nilai-nilai kesucian dan kehormatan yang harus dijaga.
Mengutip pandangan Grand Syekh Al-Azhar, Prof. Dr. Ahmed El-Tayeb, yang menyebut LGBT sebagai bentuk penyimpangan dan penyakit yang memerlukan perhatian serta penanganan.
”Oleh karena itu, menurutnya, masyarakat tidak boleh melakukan normalisasi terhadap perilaku tersebut ataupun menganggapnya sebagai candaan, tren, maupun kebiasaan yang lumrah,” jelasnya.
Ustadz Diny juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keluarga, lingkungan, dan generasi muda dari berbagai bentuk penyimpangan moral dengan memperkuat pendidikan agama, pembinaan akhlak, serta pengawasan sosial yang konstruktif.
Sementara itu, KH Mochjar Dahri dalam himbauannya yang disampaikan bertepatan dengan momentum Tahun Baru Hijriah 1448 H mengajak masyarakat untuk menjadikan tahun baru Islam sebagai sarana introspeksi dan perbaikan diri, baik dalam kehidupan pribadi, sosial, maupun keagamaan.
”Kita berharap tahun yang baru dapat membawa berbagai kebaikan bagi masyarakat Hulu Sungai Selatan serta memperkuat kehidupan beragama yang harmonis dan berlandaskan nilai-nilai moral,” ujarnya.
Dari sudut pandang keagamaan, KH Mochjar Dahri menegaskan, praktik hubungan sesama jenis atau homoseksual merupakan perbuatan yang dilarang dalam ajaran Islam, kemudian merujuk pada kisah kaum Nabi Luth AS yang disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai pelajaran bagi umat manusia agar tidak melakukan perbuatan yang bertentangan dengan ketentuan agama.
Menurutnya, praktik tersebut merupakan bentuk kemaksiatan yang memiliki konsekuensi baik dari sisi agama maupun kehidupan sosial.
Selain itu, ia juga menilai bahwa perilaku tersebut berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif bagi masyarakat, termasuk risiko penyebaran penyakit menular serta gangguan terhadap tatanan kehidupan sosial apabila berkembang secara luas.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga perilaku yang sesuai dengan norma agama dan budaya yang berlaku.
Sebagai bentuk upaya pencegahan, KH. Mochjar Dahri mendorong adanya sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, tenaga kesehatan, dan unsur masyarakat lainnya untuk bersama-sama membahas langkah-langkah yang diperlukan dalam menghadapi persoalan tersebut.
”Tentunya diperlukan perhatian yang serius dari para pemangku kebijakan agar berbagai potensi permasalahan sosial maupun kesehatan dapat diantisipasi sejak dini dan tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar di kemudian hari,” ujarnya.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat yang terlibat dalam perilaku berisiko agar menghentikan praktik-praktik yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Menurutnya, dampak dari perilaku tersebut tidak hanya dirasakan oleh pelakunya, tetapi juga dapat berpengaruh terhadap lingkungan sosial yang lebih luas melalui berbagai risiko kesehatan dan sosial yang ditimbulkan.
Melalui himbauan tersebut, Ustadz Diny Mahdany dan KH. Mochjar Dahri berharap masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Selatan dapat semakin memperkuat kehidupan beragama, menjaga keharmonisan sosial, meningkatkan kepedulian terhadap persoalan kesehatan masyarakat, serta bersama-sama menciptakan lingkungan yang sehat, aman, religius, dan berakhlak mulia. (dev/KPO-4)
PCNU dan FKUB HSS Serukan Bentengi Generasi dari LGBT














