Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

Satu Daerah Ditetapkan BMKG Berstatus Siaga Kekeringan di NTB

×

Satu Daerah Ditetapkan BMKG Berstatus Siaga Kekeringan di NTB

Sebarkan artikel ini
IMG 20260610 WA0084
Peta peringatan dini kekeringan meteorologis di wilayah Nusa Tenggara Barat. (Antara/Repro BMKG)

MATARAM, Kalimantanpost.com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menetapkan Kabupaten Bima sebagai satu-satunya daerah di Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam peringatan dini level siaga kekeringan meteorologis seiring dengan menguatnya fenomena El Nino.

Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB Suci Agustiarini mengatakan Kecamatan Donggo di Kabupaten Bima tercatat mengalami hari tanpa hujan paling lama mencapai 40 hari berturut-turut.

Kalimantan Post

“Di NTB hanya Kabupaten Bima yang kategori siaga,” ujar dia saat dihubungi di Mataram, Rabu (10/6/2026).

BMKG menyatakan seluruh wilayah di Nusa Tenggara Barat saat ini telah memasuki musim kemarau, sehingga masyarakat diimbau agar mengantisipasi potensi krisis air bersih dengan menggunakan air secara hemat dan efisien.

Masyarakat juga diminta untuk waspada terhadap potensi kebakaran hutan, lahan, maupun pemukiman dengan tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan atau meninggalkan sumber api tanpa pengawasan.

Selain satu daerah berstatus siaga kekeringan meteorologis, BMKG juga menetapkan sejumlah daerah masuk kategori waspada kekeringan yang meliputi Kecamatan Belo, Bolo, Langgudu, Palibelo, Parado di Kabupaten Bima.

Status serupa juga terjadi di Kecamatan Kempo dan Manggalewa di Kabupaten Dompu, serta Kecamatan Empang, Lape, dan Plampang di Kabupaten Sumbawa.

Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB Cakra Mahasurya menambahkan hasil monitoring Indian Ocean Dipole (IOD) pada dasarian terakhir menunjukkan IOD berada pada kategori negatif dengan indeks -0.926 dan diprediksi berada pada kondisi positif mulai Juli 2026.

Anomali suhu permukaan laut Nino3.4 menunjukkan El Nino—Southern Oscillation (ENSO) berada pada kategori lemah dengan indeks sebesar +1.04, kondisi El Nino diprediksi berkembang menjadi moderat mulai Juni 2026.

Pada dasarian II Juni 2026 atau periode 11-20 Juni, BMKG memprakirakan ada peluang hujan dengan intensitas lebih dari 20 milimeter per dasarian sebesar 10 hingga 30 persen.

Baca Juga :  Soroti Pengawasan QR Code dan Dugaan Penimbunan

Wilayah yang berpeluang diguyur hujan ringan tersebut adalah Kabupaten Lombok Utara, sebagian Kabupaten Lombok tengah, sebagian kecil Kabupaten Sumbawa Barat, sebagian kecil Kabupaten Sumbawa, serta sebagian Kabupaten Bima dan Dompu.

“Seluruh wilayah di NTB saat ini telah dilanda musim kemarau yang diperkuat oleh fenomena El Nino,” pungkas Cakra. (Ant/KPO-3)

Iklan
Iklan