BANJARMASIN, kalimantanpost.com – Sejumlah SMP negeri maupun SD negeri di Kota Banjarmasin mengalami kekurangan murid baru pada saat pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.
Berdasarkan informasi yang dihimpun ada 20 SMP yang masih kekurangan murid baru hingga pendaftaran diperpanjang secara offline hingga 1 Juli mendatang.
20 SMP tersebut yakni SMPN 10, SMPN 12, SMPN 13, SMPN 14, SMPN 16, SMPN 17, SMPN 18, SMPN 20, SMPN 21, SMPN 22, dan SMPN 23.
Kemudian SMPN 25, SMPN 26, SMPN 27, SMPN 28, SMPN 29, SMPN 32, SMPN 33, SMPN 34 dan SMPN 35.
Tentunya hal ini terasa tidak asing lagi bagi Kota Banjarmasin. Mengingat fenomena kekurangan siswa baru ini terus terjadi setiap tahunnya.
Diketahui sebelumnya, SMPN 29 Banjarmasin belum terisi penuh dari tiga rombongan belajar (Rombel) yang dibuka. Dimana kouta penerimaan siswa baru ada sebanyak 96 siswa. Namun hingga SPMB berakhir, baru ada 89 orang yang mendaftar.
“Jadi kami kekurangan 7 siswa lagi saat proses SPMB online kemarin hingga kami perpanjang pendaftaran lagi,” ungkap Mahmudah kepada Kalimantanpost.com, Selasa (23/6/2026).
Tidak hanya pada sekolah pinggiran saja yang mengalami kekurangan siswa. Sekolah yang berada di tengah-tengah pusat kota turut bernasib sama seperti yang terjadi pada SMPN 23 Banjarmasin.
Hingga berakhirnya SPMB dengan berbagai jalur lalu SMPN 23 Banjarmasin masih kekurangan 27 siswa dari tujuh rombel yang dibuka dengan total 224 kursi yang tersedia.
“Sampai hari terakhir pendaftaran online kemarin, baru ada sekitar 197 yang terdaftar di sini. Jadi masih kurang 27 siswa lagi dari total keseluruhan kouta,” kata Wakil Kesiswaan SMPN 23 Banjarmasin, Sisti Salmiati, Kamis (25/6/2026).
Berdasarkan pengalaman dari tahun ke tahun, SMPN 23 Banjarmasin memang terus mengalami kekurangan siswa. Bahkan untuk memenuhi rombel, sekolah tetap membuka pendaftaran hingga berlangsungnya dari Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
“Bahkan sudah masuk sekolah jika ada yang mendaftar kita terima selagi ada kursi kosong,” beber Sisti.
Kondisi sama juga terjadi pada SMPN 10 Banjarmasin yang kembali perpanjang pendaftaran karena masih kekurangan 87 siswa dari 7 rombel dengan total kouta 193 siswa yang disediakan.
“Iya kami masih kekurangan hingga membuka pendaftaran kembali,” ungkap Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kurikulum di SMPN 10 Banjarmasin, Apriansyah.
Tidak hanya jenjang SMP, jenjang SD di Kota Seribu Sungai juga nyatanya mengalami fenomena sama. Bahkan nyaris tak ada siswa baru yang mendaftar seperti SDN Teluk Dalam 10 Banjarmasin.
Menurut Plt Kepala SDN Teluk Dalam 10 Banjarmasin, Arif Rahman Hakim, hingga berakhirnya SPMB pada 27 Juni 2026 lalu, baru ada satu calon siswa saja yang mendaftar melalui jalur zonasi.
“Baru satu pendaftar, makanya pendaftaran siswa baru kami perpanjang dengan offline,” kata Plt Kepala SDN Teluk Dalam 10 Banjarmasin, Arif Rahman Hakim, Selasa (30/6/2026).
Padahal penerimaan di SDN Teluk Dalam 10 Banjarmasin sendiri lanjut Arif, dibuka hanya satu rombongan belajar (Rombol) dengan total kouta 28 siswa.
Arif mengungkapkan, kekurangan siswa baru di SDN Teluk Dalam 10 Banjarmasin sendiri bukan kali pertama. Di 2025 lalu, hanya ada 6 orang pendaftar.
“Tahun lalu dari dibuka hingga perpanjangan pendaftaran total siswa baru hanya 6 saja,” ucap Arif.
Kondisi sama juga terjadi pada SDN Teluk Dalam 9 Banjarmasin yang berada di sebelahnya yang mana baru 17 siswa baru yang diterima.
“2 dari afirmasi dan zonasi ada 15 siswa baru yang mendaftar kemarin,” kata Arif yang juga sebagai Kepala SDN Teluk Dalam 9 Banjarmasin.
Menurutnya keluhan sama juga terjadi pada beberapa sekolah lainnya, terutama di wilayahnya. Ia menyebutkan penyebab kekurangan siswa terjadi secara berulang karena memang letak sekolah yang sangat berdekatan. Belum lagi, bersaing dengan sekolah favorit yang berada di lokasi sama.
“Ya meski termasuk padat penduduk tapi di sini sudah banyak warga yang bukan usia produktif hingga tidak banyak lagi anak usia sekolah,” tuturnya.
Hal ini dibenarkan Pengawas Gugus Mulawarman Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin, Rasmila mengatakan, rata-rata sekolah khusus di wilayah Mulawarman mengalami kekurangan siswa baru.
“Dari 11 sekolah yang saya pantauan di wilayah Gugus Mulawarman rata-rata mengalami kekurangan siswa baru,” ungkap Rasmila.
Menurut Rasmila selain kendala, letak sekolah berdekatan dan warga produktif yang mulai berkurang. Kenyataannya masih banyak orang tua belum memahami mekanisme SPMB online ini.
“Jadi ada beberapa yang kelebihan pendaftar pada jalur tertentu hingga menyebabkan siswa gugur dan mengalami kekurangan pas di jalur lain,” terangnya.
Adapun verdasarkan data tahun 2025 lalu, sebanyak 117 dari 208 SD negeri di bawah naungan Disdik Kota Banjarmasin mengalami kekurangan siswa baru bahkan nyaris tidak ada pendaftar.
Kemudian dari 177 sekolah itu, 59 diantaranya hanya kekurangan sekitar 10 pendaftar untuk mencapai kuota minimum.
Kekurangan siswa baru sendiri sudah menjadi fenomena tahunan di Kota Banjarmasin. Seiring dengan itu, bagaimana upaya Disdik Kota Banjarmasin?
Saat dihubungi, Kepala Disdik Kota Banjarmasin, Ryan Utama tidak bisa dikonfirmasi untuk menanggapi fenomena kekurangan siswa baru yang terjadi di sejumlah sekolah di Kota Banjarmasin. (ham/KPO-4)















