BANJAR, kalimantanpost.com – Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali menunjukkan kontribusinya dalam pengembangan teknologi berbasis masyarakat melalui program pengabdian bertajuk SMaRT-LOK (Story Map River Tourism Lok Baintan). Program ini menghadirkan inovasi digital untuk mendukung pengembangan wisata sungai di Desa Wisata Lok Baintan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.
Kegiatan pengabdian tersebut dipimpin oleh Ketua Tim Pengabdian, Ir. Ahmad Ali Syafi’i, S.T., M.T., IPP., dengan melibatkan 5 dosen dan 8 mahasiswa Teknik Pertambangan ULM. Program difokuskan pada pengembangan sistem informasi wisata berbasis GPS, Sistem Informasi Geografis (SIG/GIS), dan story map interaktif guna mendukung promosi wisata sungai sekaligus pemberdayaan masyarakat lokal.
Melalui program SMaRT-LOK, tim melakukan pemetaan rute susur sungai menggunakan teknologi GPS, inventarisasi spot budaya khas Banjar, pendataan fasilitas wisata, hingga pemetaan sebaran UMKM di kawasan wisata Lok Baintan. Seluruh data tersebut kemudian diintegrasikan ke dalam platform story map digital yang dapat diakses wisatawan maupun masyarakat secara interaktif.
Platform digital tersebut menyajikan berbagai informasi wisata secara lengkap, mulai dari rute wisata sungai, titik pasar terapung, lokasi spot budaya, fasilitas pendukung, hingga informasi UMKM lokal di sepanjang kawasan sungai. Selain itu, story map juga dilengkapi dokumentasi visual dan peta interaktif yang memudahkan wisatawan menjelajahi kawasan Lok Baintan secara lebih informatif dan modern.

Ketua Tim Pengabdian, Ir. Ahmad Ali Syafi’i, S.T., M.T., IPP., menyampaikan bahwa program ini menjadi langkah awal pengembangan konsep smart river tourism berbasis data spasial di Kalimantan Selatan.
“Melalui SMaRT-LOK, kami ingin menghadirkan inovasi digital yang tidak hanya mendukung promosi wisata sungai, tetapi juga memperkuat pemberdayaan masyarakat dan UMKM lokal melalui pemanfaatan teknologi GPS, GIS, dan story map,” ujarnya.
Selain pengembangan story map interaktif, program ini juga menghasilkan enam peta tematik kawasan wisata, yakni Peta Aksesibilitas, Peta Zona Potensi Wisata, Peta Rute Susur Sungai, Peta Fasilitas Pendukung, Peta Sebaran UMKM, dan Peta Spot Budaya.
Ke depan, kegiatan pengabdian akan dilanjutkan dengan pengembangan dan pemasangan QR Code informasi wisata di sejumlah titik strategis kawasan Lok Baintan. QR Code tersebut nantinya akan terintegrasi langsung dengan platform story map sehingga wisatawan dapat mengakses informasi wisata hanya melalui pemindaian menggunakan smartphone.
Pengembangan sistem QR Code ini diharapkan mampu mendukung konsep smart tourism berbasis digital sekaligus meningkatkan pengalaman wisata yang lebih interaktif dan modern di kawasan wisata sungai Lok Baintan.
Tidak hanya berfokus pada teknologi, program ini juga menjadi sarana peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan dasar GPS dan SIG bagi kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan masyarakat lokal. Dengan demikian, pembaruan data wisata diharapkan dapat dilakukan secara mandiri dan berkelanjutan oleh masyarakat setempat.
Melalui inovasi tersebut, Teknik Pertambangan ULM berharap digitalisasi wisata berbasis spasial dapat menjadi salah satu strategi penguatan wisata lahan basah, pelestarian budaya lokal, serta pengembangan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan di Kalimantan Selatan.















