BARABAI, Kalimantanpost.com – Personel Polsek Labuan Amas Selatan (LAS) Polres Hulu Sungai Tengah bergerak cepat menindaklanjuti laporan warga terkait peristiwa kematian hewan ternak jenis domba yang diduga akibat serangan hewan liar, Selasa (23/6/2026) sekitar pukul 06.00 Wita di Desa Batang Bahalang RT 003 RW 001, Kecamatan Labuan Amas Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Peristiwa tersebut menimpa seorang peternak bernama Asmuni (48), warga Desa Batang Bahalang. Berdasarkan keterangan yang diperoleh, pada pagi hari saat hendak memberikan pakan ternak, korban mendapati empat ekor domba miliknya dalam kondisi tidak normal. Dua ekor ditemukan telah mati, satu ekor dalam kondisi sekarat, dan satu ekor lainnya tidak mampu berdiri.
Setelah dilakukan pemeriksaan, pada tubuh hewan ternak tersebut ditemukan sejumlah luka robek yang diduga merupakan bekas gigitan dan cabikan hewan liar. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp5 juta.
Sejumlah saksi yang mengetahui dan membenarkan kejadian tersebut di antaranya Norifansyah (33), Sekretaris Desa Batang Bahalang, dan Supiani (33), pegawai honorer setempat.
Mendapatkan informasi tersebut, personel Polsek Labuan Amas Selatan segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan, pendataan, serta memberikan imbauan kepada masyarakat sekitar agar meningkatkan kewaspadaan terhadap keberadaan hewan liar yang berpotensi membahayakan keselamatan warga maupun hewan ternak.
Selain itu, Polsek LAS juga menyarankan agar dilakukan koordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan serta instansi pemerintah terkait guna memastikan penyebab kejadian dan menentukan langkah penanganan yang tepat.
Petugas juga memberikan edukasi kepada warga mengenai penanganan bangkai hewan yang aman, antara lain tidak menyentuh bangkai dengan tangan kosong, tidak mengonsumsi daging hewan yang mati akibat kejadian tersebut, serta melakukan pemusnahan bangkai dengan cara dibakar atau dikubur secara layak. Warga juga diimbau untuk melakukan penyemprotan disinfektan pada kandang dan area sekitar lokasi kejadian guna mencegah potensi penyebaran penyakit.
Polres Hulu Sungai Tengah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, terutama mengawasi anak-anak apabila melihat atau menemukan hewan anjing yang berkeliaran di lingkungan sekitar.
Kapolres HST AKBP Jupri JHP Tampubolon, mengapresiasi respon cepat personel Polsek Labuan Amas Selatan yang langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat. Langkah cepat ini merupakan bentuk pelayanan Polri dalam memberikan rasa aman dan membantu masyarakat menghadapi berbagai permasalahan yang terjadi di lingkungan mereka. Kami mengimbau warga agar tetap waspada terhadap keberadaan hewan liar yang berpotensi membahayakan keselamatan manusia maupun hewan ternak.
Polres HST juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan penyebab kejadian serta langkah penanganan yang tepat. Apabila masyarakat menemukan keberadaan hewan yang mencurigakan atau berpotensi membahayakan, segera laporkan kepada aparat desa maupun kepolisian terdekat agar dapat segera ditindaklanjuti,” ucapnya. (ary/KPO-3)















