Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Opini

CITA-CITA TERTINGGI

×

CITA-CITA TERTINGGI

Sebarkan artikel ini
Ahmad Barjie B
Ahmad Barjie B

Oleh : AHMAD BARJIE B

Sejak dulu hingga kini bahkan sampai akhir zaman nanti, animo (hasrat dan keinginan yang kuat) orang untuk pergi ke tanah suci tidak pernah berkurang. Mulai dari kalangan mampu dan berduit hingga rakyat jelata berusaha untuk pergi ke tanah suci, mengunjungi kota Makkah al-Mukarramah dan Madinah al-Munawwarah. Mereka pergi ke Haramain sesuai kemampuan masing-masing, ada yang naik kuda dan onta, naik mobil dan angkutan darat lainnya, naik perahu, kapal layar, kapal laut dan pesawat udara. Bahkan ada yang bersepeda dan berjalan kaki.

Kalimantan Post

Tingginya keinginan orang untuk menunaikan ibadah haji dan umrah tidak lagi diragukan. Terlebih bagi masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan, mereka gigih berusaha, menabung dan berdoa, sambil memasang cita-cita utama untuk menunaikan ibadah haji. Meskipun mereka tahu bahwa berhaji hukumnya hanya wajib sekali seumur hidup, banyak yang berusaha menunaikannya sejak usia muda, bahkan bagi yang mampu ada yang melaksanakannya berulang kali, sehingga jumlah pendaftar haji sangat besar. Belum lagi jemaah umrah yang berangkat setiap saat, yang tentu jumlahnya berkali-kali lipat.

Selain petani, pegawai dan warga biasa, warga Banjar yang sangat gemar berhaji adalah para pedagang. Menurut penelitian disertasi Muhaimin terhadap pedagang Alabio di Banjarmasin (2015: 62), ibadah haji bagi urang dan pedagang Alabio merupakan puncak ritual keagamaan yang paling tinggi. Tidak heran di antara mereka banyak yang menunaikan ibadah haji lebih dari satu kali, bahkan ada yang sampai sebelas kali. Meskipun mereka tahu bahwa kewajiban ini hanya sekali seumur hidup, namun bagi yang usaha dagangnya meningkat selalu ada kecenderungan untuk berhaji lagi.

Kenyataan ini diperkuat oleh data kuota haji Kalimantan Selatan yang selalu penuh dan jauh terlampaui. Sekadar contoh tahun 2009, jemaah haji Kalsel berjumlah 4.797 orang dan tahun 2010 berjumlah 6.400 orang. Ternyata dari jumlah itu jemaah haji dari kalangan pedagang Alabio mencapai 10%, belum lagi yang berhaji melalui Haji Khusus (Plus). Setelah 15 tahun berlalu, tentu jumlahnya semakin banyak lagi.

Baca Juga :  Polri Profesional

Orang-orang Banjar yang bekerja pada bidang tertentu yang agak spekulatif dan tidak jarang berisiko, seperti mendulang intan, umumnya juga memasang cita-cita tertingginya untuk berhaji atau (berumrah) apabila beroleh intan berukuran besar. Bila ditanya hampir pasti jawaban mereka seperti itu, dan ingin beralih kepada pekerjaan lain nantinya, sambil mata mereka berkaca-kaca. Bagi yang rezekinya tidak seberapa tentu cita-cita mulia itu tinggal impian, bahkan untuk kebutuhan sehari-hari pun mereka serba kekurangan. Namun bagi yang beroleh intan besar, mereka berhasil mewujudkan cita-citanya. Seperti halnya kelompok pendulang yang menemukan Intan Trisakti pada 26 Agustus 1965 silam yang berjumlah 24 orang di bawah pimpinan Haji Madslam, semua mereka dihajikan oleh pemerintah saat itu bersama sejumlah keluarga dan pejabat terkait, meskipun imbalan yang diberikan menurut mereka masih tidak sebanding dengan nilai Intan Trisakti yang sesungguhnya. (Ganie, 2018: 50).

Menurut Hasbi Salim (2016), kebanyakan orang Banjar menempatkan obsesi berhaji pada peringkat pertama setelah mereka berumah tangga. Tidak heran jika 8 dari 10 pasangan orang Banjar sudah menunaikan ibadah haji sebelum usia mereka genap lima puluh tahun. Alasannya: Pertama, ada kepuasan spiritual yang tiada tara lantaran bisa melaksanakan Rukun Islam selengkapnya sebelum dipanggil oleh Allah swt (meninggal dunia). Kedua, diperkirakan anak-anak mereka belum memerlukan pembiayaan hidup yang terlalu besar sehingga untuk berhaji memungkinkan secara finansial. Ketiga, dengan berhaji pada usia muda, maka seluruh prosesi ibadah haji dapat dilaksanakan dengan lancar karena kondisi fisik masih segar bugar. Keempat, haji merupakan perisai dari perilaku negatif. Kelima, dengan bertitel haji dan/atau hajjah akan mengangkat harkat dan martabat sosial seseorang. Wallahu A’lam.

Iklan
Iklan