Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kalsel

Gangguan Pembangkit, Pasokan Listrik di Kalsel dan Kalteng Terganggu

×

Gangguan Pembangkit, Pasokan Listrik di Kalsel dan Kalteng Terganggu

Sebarkan artikel ini
IMG 20260727 WA0049
GANGGUAN - Pasokan listrik terganggu yang menyebabkan pemadaman aliran listrik. (Kalimantanpost.com/repro PLN).

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Pasokan listrik di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah mengalami gangguan akibat menurunnya kemampuan pasok pada Sistem Interkoneksi Kalimantan. Kondisi tersebut menyebabkan PLN harus melakukan pengaturan beban secara terbatas di beberapa daerah demi menjaga kestabilan sistem kelistrikan.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, Iwan Soelistijono, menjelaskan penurunan pasokan dipicu oleh gangguan teknis yang terjadi pada beberapa unit pembangkit. Salah satunya berasal dari gangguan generator di PLTU Asam-Asam yang berdampak terhadap kemampuan sistem dalam menyuplai kebutuhan listrik.

Kalimantan Post

Selain itu, kata Iwan, tim teknis juga menemukan adanya kebocoran pada pipa boiler dan turbin di dua unit pembangkit milik Independent Power Producer (IPP). Kondisi tersebut membuat kapasitas pembangkit berkurang sehingga memengaruhi pasokan listrik di wilayah yang terhubung dalam sistem interkoneksi Kalimantan.

“Terjadi penurunan kemampuan pasok daya pada Sistem Interkoneksi Kalimantan akibat gangguan generator di PLTU Asam-Asam, selain itu, ditemukan kebocoran pipa boiler dan turbin pada dua unit pembangkit IPP,” jelas Iwan dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/7/2026).

Sebagai langkah penanganan, PLN menerapkan pengaturan beban secara terbatas dan terukur di sejumlah wilayah selama proses pemulihan berlangsung. Di saat yang sama, perusahaan juga mengerahkan personel serta sumber daya terbaik bersama para pemangku kepentingan untuk mempercepat proses perbaikan sehingga seluruh unit pembangkit dapat kembali beroperasi secara normal.

PLN turut mengimbau masyarakat di Kalsel dan Kalteng agar menggunakan listrik secara bijak, terutama saat Waktu Beban Puncak (WBP) yang berlangsung pada pukul 18.00 hingga 21.00 WITA. Pelanggan diminta mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan, mengatur suhu pendingin ruangan di atas 24 derajat Celsius, serta memanfaatkan peralatan yang lebih hemat energi guna membantu menjaga kestabilan pasokan.

Baca Juga :  2027, PUPR Kalsel "Dipangkas" Rp800 Miliar

Manajemen PLN juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat gangguan tersebut. Di sisi lain, PLN mengapresiasi pengertian dan dukungan pelanggan selama proses pemulihan sistem kelistrikan masih berlangsung.

PLN memastikan akan terus memberikan informasi terbaru mengenai perkembangan kondisi pasokan listrik melalui kanal komunikasi resminya. Masyarakat diharapkan tetap mengikuti informasi yang disampaikan dan mendukung upaya pemulihan agar sistem kelistrikan di Kalsel dan Kalteng dapat kembali normal secepatnya. (nug/KPO-4)

Iklan
Iklan