Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Hukum & Peristiwa

Kemah Akbar Berujung Petaka, Dua Siswa MTs Al Furqan Tewas Tenggelam

×

Kemah Akbar Berujung Petaka, Dua Siswa MTs Al Furqan Tewas Tenggelam

Sebarkan artikel ini
IMG 20260906 WA0058 e1788700279365
EVAKUASI - Evakuasi korban yang ditemukan meninggal di kawasan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. (Kalimantanpost.com/yuli)

MARABAHAN, Kalimantanpost.com – Kemah Akbar yang diikuti ratusan pelajar di kawasan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB), Jalan Gubernur Syarkawi, Kecamatan Alalak, Barito Kuala, berubah menjadi petaka. Dua siswa MTs Al Furqan ditemukan tenggelam di sebuah kolam, Minggu (6/9/2026).

Kedua korban yakni Rizqi Adly Fakhrian (13) dan M Farhan Alkatiri (13). Keduanya merupakan siswa kelas VII MTs Al Furqan, Jalan Cemara Ujung, Banjarmasin Utara.

Kalimantan Post

Peristiwa itu terungkap saat kegiatan Kemah Akbar yang sudah berlangsung sejak Sabtu (5/9/2026) memasuki agenda kepulangan peserta.

Saat dilakukan absensi, nama Rizqi dan Farhan dipanggil. Namun, keduanya tidak kunjung muncul.

Situasi mulai berubah tegang. Panitia dan peserta kemudian mencari keberadaan keduanya.

Informasi yang dihimpun, sebelum dinyatakan hilang, kedua korban sempat terlihat mencuci kaki setelah mengikuti permainan basah-basahan di sekitar lapangan.

Pencarian kemudian mengarah ke sebuah kolam yang berada di belakang gedung kampus.Tak lama kemudian, kedua siswa tersebut ditemukan di dasar kolam, berada di bawah tumbuhan teratai. Kondisi keduanya sudah memprihatinkan. Tubuh korban disebut telah kaku dan membiru.

Farhan langsung dievakuasi ke Klinik Setara, Handil Bakti. Sedangkan Rizqi dibawa ke RSUD dr H Moch Ansari Saleh Banjarmasin.

Rizqi disebut masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan ketika ditemukan. Upaya pertolongan pun dilakukan dengan memberikan resusitasi jantung paru (RJP). Air sempat keluar dari mulut korban. Namun, nyawa Rizqi akhirnya tidak tertolong.

Kabar tersebut sontak membuat suasana di lokasi kemah dan sekitar rumah duka berubah haru. Sejumlah orang tua yang sebelumnya menunggu kepulangan anak mereka bahkan histeris setelah mengetahui dua peserta menjadi korban.

Seorang siswa MTs Al Furqan yang ditemui di rumah duka Farhan mengatakan, kedua korban memang mengikuti kegiatan kemah bersama peserta lainnya.

Baca Juga :  Si Jago Merah Mengamuk Siang Hari, Dua Rumah dan Mobil Terbakar

Menurutnya, peserta sempat melakukan aktivitas mencuci kaki dan bersih-bersih sebelum bersiap pulang.

“Kami memang mencuci kaki dan bersih-bersih sebelum pulang, termasuk korban. Masing-masing setelah selesai kembali ke tenda untuk berkemas pulang. Tapi saya tidak tahu bagaimana musibah ini bisa terjadi,” ujarnya.

Ia mengaku tidak mengetahui bagaimana kedua korban kemudian bisa berada di kolam.

Tragedi tersebut kini menyisakan sejumlah pertanyaan terkait pengawasan peserta selama kegiatan.

Pasalnya, kedua korban baru diketahui tidak berada di antara peserta ketika absensi dilakukan menjelang kepulangan.

Padahal, kegiatan tersebut diikuti ratusan pelajar dari jenjang MTs, SMK hingga MA.

Kapolres Barito Kuala AKBP Susila Wati saat dikonfirmasi terkait kejadian tersebut belum memberikan keterangan rinci.

“Maaf, masih kami dalami. Mohon waktu,” ujarnya singkat.

Sementara itu, jenazah Rizqi setelah mendapat penanganan di RSUD dr H Moch Ansari Saleh dibawa ke Masjid Al Jihad untuk dimandikan dan disalatkan.

Korban kemudian dimakamkan di Alkah Keluarga Panglima Batur, Sungai Jingah, Banjarmasin.

Sedangkan jenazah Farhan dibawa ke rumah duka di kawasan Antasan Kecil Barat dan selanjutnya dimakamkan di Turbah, Jalan Masjid Jami. (yul/KPO-4)

Iklan
Iklan