Tanjung, KP – Bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tabalong dan jajaran, Bupati Tabalong Ir H Muhammad Rifani SH ST MT, melakukan panen melon golden di lahan percontohan TP PKK yang berada di Kompleks Pendopo Bersinar, Pembataan, Kecamatan Murung Pudak, belum lama tadi.
Bupati Tabalong H. Fani mengatakan, penanaman melon golden di kebun percontohan PKK bertujuan untuk memberikan contoh kepada masyarakat bahwa lahan pekarangan yang selama ini belum dimanfaatkan dapat digunakan untuk bercocok tanam.“Kita coba dulu menanam di kebun PKK supaya masyarakat melihat bahwa pekarangan-pekarangan yang masih belum dimanfaatkan bisa digunakan, baik yang ada di halaman maupun di belakang rumah,” ujarnya.
“Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabalong bersama Dinas Pertanian dan TP PKK akan mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan dengan membagikan bibit tanaman produktif. Insya Allah Pemkab Tabalong bersama Dinas Pertanian dan PKK akan membagikan bibit untuk ditanam di pekarangan masyarakat. Silakan berhubungan dengan PKK, baik masyarakat umum maupun kelompok yang berminat, nanti bibit akan kami bagikan untuk ditanam,” ujar Bupati.
Program tersebut menurutnya, tidak hanya bertujuan mempercantik pekarangan rumah, tetapi juga mendukung kebutuhan pangan keluarga sehari-hari. Bibit yang dibagikan nantinya berupa tanaman yang mudah dibudidayakan dan sering digunakan dalam kebutuhan rumah tangga, seperti cabai, terong, dan tomat. “Minimal kami berikan tiga bibit untuk ditanam. Misalnya cabai, terong, kemudian tomat,” ujarnya.
“Tanaman-tanaman ini sangat bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari, baik untuk sambal maupun sayur. Hal-hal seperti inilah yang kita lakukan agar ketahanan pangan di Tabalong tetap terjaga,” terang H Fani.
Kepala UPTD Balai Benih pada Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Tabalong, Yana Mulyana, mengatakan lahan percontohan TP PKK tersebut mampu menghasilkan sekitar 600 buah melon golden dari 300 pohon yang ditanam atau setara 1,2 ton produksi.
Menurutnya, melon golden relatif tahan terhadap cuaca panas dan dapat dipanen sekitar 50 hari setelah tanam. Namun, tanaman tetap memerlukan penyiraman yang cukup, terutama saat buah mulai terbentuk agar hasilnya maksimal.
“Melon golden ini tahan panas dan umur panennya sekitar 50 hari sejak tanam. Saat buah mulai terbentuk, penyiraman perlu diperhatikan agar hasilnya optimal,” katanya.
Selain memiliki aroma khas, rasa buahnya juga lebih manis dibandingkan melon pada umumnya. Harga jualnya pun lebih tinggi, yakni sekitar Rp25 ribu per kilogram, sedangkan melon biasa berkisar Rp10 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram. (ros/K-6)















