Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Di Usia 500 Tahun, Pembangunan di Kota Banjarmasin Biasa-biasa Saja

×

Di Usia 500 Tahun, Pembangunan di Kota Banjarmasin Biasa-biasa Saja

Sebarkan artikel ini
IMG 20260808 WA0020 e1786194318553
Suasana diskusi 500 tahun Banjarmasin Refleksi 5 Abad Banjarmasin, Jejak Langkah dan Mahakarya bersama podcast Sukhro di Hotel Royal Jelita Banjarmasin, Sabtu (8/8/2026) tersebut, peserta diskusi menganggap selama tidak banyak kemajuan di Kota Seribu Sungai. (Kalimantanpost.com/ful)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Kota Banjarmasin memasuki 500 tahun pada 24 September 2026. Seharusnya di usia cukup tua tersebut, perkembangan Kota Banjarmasin melesat pesat diberbagai sektor.

Namun, dalam diskusi 500 tahun Banjarmasin Refleksi 5 Abad Banjarmasin, Jejak Langkah dan Mahakarya bersama podcast Sukhro di Hotel Royal Jelita Banjarmasin, Sabtu (8/8/2026) tersebut, peserta diskusi menganggap selama tidak banyak kemajuan di Kota Seribu Sungai.

Kalimantan Post

“Seharusnya di usia 500 tahun ini merupakan sesuatu yang luar biasa. Kenyataannya pembangunan di Kota Banjarmasin biasa-biasa saja dan tidak ada yang wah,” kata Hj Sunarti, Pemimpin Redaksi Kalimantan Post yang diminta pertama menjadi pembicara di diskusi tersebut.

Contohnya, lanjut dia, dalam tayangan film dokumenter tentang Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

“Di era Wali kota Banjarmasin Sofyan Arfan (alm), beliau sudah punya konse akan membangun pelabuhan Trisakti, dilakukan perluasan dan pembebasan lahan, namun hingga saat ini tak pernah terealisasi,” ucapnya.

Seharusnya, lanjut Sunarti, Pemko Banjarmasin melakukan kerjasama dengan Pelindo membicarakan masalah tersebut, karena daerah ini mengandalkan pendapatan daerah dari hotel, restoran, perdagangan dan jasa.

“Lewat kerjasama dengan Pelindo, saya yakin akan mampu meningkatkan pendapatan daerah buat Kota Banjarmasin,” tandasnya.

Begitu juga dalam pengelolaan obyek pariwisata belum digarap secara maksimal. “Di era Wali Kota Ibnu Sina ada membangun Jembatan Bromo, seharusnya terus dikembangkan. Ini agar warga yang berada di sekitar berjualan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat,” ucapnya.

Dia berharap kedepannya, Pemko Banjarmasin menggali potensi yang ada seperti melakukan kerjasama dengan Pelindo dalam pengelolaan Pelabuhan Trisakti, menggalakkan pariwisata dan lain-lain sehingga mampu meningkat PAD daerah.

Acara diskusi tersebut dihadiri Kepala Pelindo III Banjarmasin, mantan Rektor UIN Antasari Prof. Dr H Akhmad Fauzi Aseri, MA, Wakil III Rektor Universitas Nahdatul Ulama Kalsel Dr Murjani, Kapolsek Banjarmasin Selatan, Ketua PWI Kalsel Zainal Helmi, mantan Ketua PWI Kalsel Fathurrahman, advokat Fazri dan lain-lain. (ful/KPO-3)

Baca Juga :  Dugaan Pelecehan Guru di SDN Teluk Dalam 3 Banjarmasin Diluruskan, Sekolah Sebut Salah Paham

Iklan
Iklan