IKN, Kalimantanpost.com — Sebagian masyarakat mungkin berpendapat, mengisi bahan bakar kendaraan atau mendapatkan tabung LPG hanya merupakan aktivitas sederhana yang berlangsung sehari-hari. Namun, di balik kemudahan itu, terdapat rangkaian proses panjang yang harus dipastikan berjalan tanpa putus.
Terlebih di Kalimantan, wilayah yang memiliki bentang geografis luas dengan karakteristik daerah yang beragam. Jarak, kondisi jalan, perubahan cuaca hingga tantangan lingkungan menjadi bagian dari dinamika yang harus dihadapi untuk memastikan energi tetap sampai ke tangan masyarakat.
Di tengah tantangan tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan terus menjalankan perannya menjaga distribusi energi agar tetap bergerak dari titik pasokan menuju berbagai daerah, termasuk kawasan yang berada jauh dari pusat kota.
Gambaran mengenai perjuangan menjaga aliran energi tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Media Visit 2026 yang dirangkai dengan Focus Group Discussion (FGD), yang digelar di Kompleks Kantor Bersama Kementerian Koordinator (Kemenko) di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kamis (27/8/2026).
Kegiatan yang diikuti puluhan insan pers dari berbagai wilayah Kalimantan itu menjadi ruang untuk melihat lebih dekat bagaimana Pertamina menjalankan proses bisnis sekaligus menghadapi kompleksitas distribusi energi di wilayah yang memiliki tantangan geografis tersendiri.
Sebanyak 68 awak media turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Kehadiran insan pers se-Kalimantan tak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membuka ruang dialog untuk memahami bagaimana energi didistribusikan dan apa saja tantangan yang berada di balik proses tersebut.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan kehadiran media dari berbagai daerah di Kalimantan menunjukkan hubungan dan komunikasi antara Pertamina Patra Niaga dengan insan pers terus terjalin dengan baik.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk memberikan informasi dan pemahaman mengenai peran Pertamina dalam menjaga penyaluran energi di berbagai wilayah Kalimantan.
“Kami ingin memberikan gambaran menyeluruh mengenai penyaluran energi di Kalimantan. Masukan dari rekan-rekan media akan sangat membantu bagi kami, sekaligus menjadi bagian dari upaya menyampaikan kontribusi Pertamina kepada masyarakat,” ujar Edi.
Kalimantan sendiri, bukanlah wilayah dengan kondisi yang seragam. Ada kawasan perkotaan dengan infrastruktur yang relatif mudah dijangkau, namun ada pula daerah yang membutuhkan upaya lebih untuk memastikan pasokan energi tetap tersedia.
Kondisi tersebut membuat distribusi BBM dan LPG tidak hanya berbicara mengenai pasokan atau ketersediaan stok. Lebih dari itu, distribusi membutuhkan perencanaan, kesiapan operasional, pengawasan, serta kemampuan beradaptasi terhadap kondisi yang berkembang di lapangan.
Senior Manager Operation & Maintenance Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Riki Madyanto, menambahkan bahwa Pertamina terus berupaya memastikan kelancaran layanan BBM dan LPG di berbagai wilayah Kalimantan, termasuk daerah yang memiliki tantangan geografis maupun kondisi lingkungan tertentu.
“Kami memastikan layanan BBM dan LPG, bagaimanapun tantangannya, tetap berjalan. Pertamina Patra Niaga memastikan kelancaran aliran energi hingga ke pelosok Kalimantan,” sebut Riki.
Pernyataan tersebut menegaskan satu hal penting, bagi Pertamina, distribusi energi bukan hanya persoalan memindahkan produk dari satu tempat ke tempat lain. Ada tanggung jawab untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh energi yang dibutuhkan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Ketika kendaraan masyarakat membutuhkan BBM untuk mobilitas, saat rumah tangga membutuhkan LPG untuk memasak, dan aktivitas ekonomi membutuhkan energi untuk terus bergerak, maka kelancaran distribusi menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat. Sehingga, setiap tantangan di jalur distribusi harus diantisipasi.
Riki juga menjelaskan, tantangan distribusi energi dapat berubah mengikuti kondisi di lapangan. Salah satunya adalah kondisi kemarau dan kabut asap yang turut menjadi perhatian dalam menjaga kelancaran operasional dan distribusi energi.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan menjaga energi tetap mengalir tidak mengenal satu pola yang sama. Setiap wilayah memiliki karakteristik dan tantangan masing-masing yang membutuhkan kesiapan operasional.
“Kami berharap rekan-rekan media mendapatkan gambaran secara menyeluruh mengenai tantangan yang dihadapi Pertamina dalam menyalurkan energi. Semoga melalui Media Visit 2026 ini makin memperkuat sinergi antara Patra Niaga dan media,” tuturnya.
Tanpa kita sadari, dari satu liter BBM yang masuk ke tangki kendaraan atau satu tabung LPG yang digunakan di dapur rumah tangga, terdapat mata rantai distribusi yang saling terhubung. Di mana energi tetap harus tersedia, dikelola, disalurkan dan diawasi agar perjalanan dari sumber pasokan menuju konsumen dapat berlangsung sesuai kebutuhan.
Di wilayah Kalimantan sendiri, pekerjaan tersebut memiliki arti penting. Luas wilayah dan kondisi geografis membuat distribusi energi membutuhkan koordinasi lintas lini serta kemampuan membaca kondisi lapangan.
Pada saat yang sama, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan juga terus memperkuat pengawasan terhadap penyaluran energi bersubsidi. Pemanfaatan sistem digital terintegrasi menjadi salah satu upaya untuk memastikan BBM dan LPG bersubsidi dapat disalurkan secara lebih terukur dan tepat sasaran.
Digitalisasi tersebut menjadi bagian dari transformasi dalam memastikan energi yang merupakan bagian dari kebutuhan masyarakat dapat dikelola secara lebih efektif, transparan dan bertanggung jawab.
Dengan demikian, menjaga energi bukan hanya soal memastikan produk tersedia. Ada pula tanggung jawab untuk memastikan penyalurannya berjalan sesuai ketentuan dan manfaatnya benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.

Di titik inilah keberadaan media memiliki peran strategis. Bisa disebut media sebagai jembatan informasi mengenai distribusi energi yang tidak selalu dapat dilihat masyarakat dari permukaan. Apa yang terlihat hanyalah produk yang tersedia di SPBU atau LPG yang dapat digunakan di rumah. Sementara proses panjang di belakangnya sering kali tak kasat mata.
Media Visit 2026 diharapkan menjadi salah satu cara untuk membuka ruang tersebut. Melalui pertemuan langsung dan diskusi bersama insan pers, Pertamina dapat menyampaikan tantangan sekaligus upaya yang dilakukan untuk menjaga kelancaran distribusi energi. Sebaliknya, media memperoleh kesempatan untuk melihat persoalan distribusi dari perspektif yang lebih lengkap.
Komunikasi dua arah seperti ini penting agar informasi mengenai energi tidak berhenti pada angka dan statistik, tetapi juga mampu menggambarkan kerja keras di balik tersedianya energi bagi masyarakat.
Pada kesempatan itu, Edi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan, termasuk Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), narasumber, panitia, serta para insan media yang mengikuti rangkaian Media Visit 2026. Sinergi dengan media bukan semata-mata tentang publikasi. Lebih jauh, hubungan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pemahaman bersama mengenai pentingnya menjaga ketahanan dan kelancaran energi.
Pada akhirnya, energi memiliki peran yang teramat penting dalam kehidupan masyarakat.
Ia hadir ketika kendaraan membawa orang menuju tempat kerja. Hadir ketika nelayan, pedagang, petani maupun pelaku usaha menjalankan aktivitasnya. Ia harus ada di dapur rumah tangga dan mendukung berbagai aktivitas ekonomi yang menggerakkan masyarakat.
Karena itu, menjaga energi tetap tersedia berarti ikut menjaga denyut kehidupan tetap berjalan. Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan, tantangan geografis bukan alasan untuk menghentikan aliran energi. Justru di tengah kondisi yang beragam, komitmen menghadirkan energi hingga pelosok menjadi bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam mendukung kebutuhan masyarakat dan perekonomian daerah.
Media Visit 2026 di IKN pun menjadi pengingat bahwa di balik energi yang mudah ditemui sehari-hari, ada kerja panjang yang terus berlangsung. Ada sumber daya manusia yang memastikan operasional berjalan. Ada sistem yang mengawasi. Ada armada dan jalur distribusi yang harus dipersiapkan. Ada koordinasi yang tidak boleh terputus. Sebab bagi negeri yang terus bergerak, energi tidak boleh berhenti.
Dari pusat-pusat pertumbuhan hingga pelosok Kalimantan, energi harus terus mengalir. Bukan melulu sebagai komoditas, tetapi sebagai penggerak mobilitas, kehidupan dan pertumbuhan ekonomi. Dan di sanalah makna penting dari semangat Energi untuk Negeri menemukan wujudnya, memastikan energi hadir ketika dibutuhkan, di mana pun masyarakat berada. (Opq/KPO-1)















