BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kota Banjarmasin mendapat peluang baru untuk memperluas pasar.
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin mendorong produk lokal agar tidak hanya dipasarkan secara konvensional, tetapi juga masuk ke jaringan ritel modern dan perhotelan.
Langkah tersebut dilakukan melalui Lomba Toko Modern Pro IKM dan Lomba Hotel Pro IKM yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin.
Kedua kegiatan tersebut mulai membuka pendaftaran pada 26 Agustus dan akan berlangsung hingga 3 September 2026. Pesertanya menyasar toko ritel modern, supermarket, serta hotel yang beroperasi di wilayah Kota Banjarmasin.
Kepala Bidang (Kabid) Perindustrian Disperdagin Kota Banjarmasin, Dedy Hamdani menjelaskan program ini tidak sekadar menjadi ajang perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diarahkan untuk menciptakan jalur pemasaran baru bagi produk IKM sekaligus meningkatkan pengenalan produk lokal.
“Ritel atau toko modern bisa membantu pemasaran produk IKM. Sasarannya adalah seluruh produk IKM yang memenuhi standar industri. Tidak hanya ke toko ritel modern, kami juga melombakan Hotel Pro IKM,” kata Dedy Hamdani, Minggu (30/8/2026).
Menurut dia, sektor perhotelan memiliki potensi besar sebagai sarana promosi produk lokal. Melalui program Hotel Pro IKM, hotel didorong menyediakan ruang khusus sekaligus menjual produk buatan pelaku IKM Banjarmasin.
Kehadiran produk lokal di hotel juga dinilai dapat memperluas jangkauan promosi. Produk IKM berpeluang dikenal bukan hanya oleh warga Banjarmasin, tetapi juga wisatawan dari luar daerah yang datang dan menginap.
“Jadi nantinya seluruh hotel di Banjarmasin bisa menjual berbagai produk IKM kita agar lebih dikenal masyarakat maupun wisatawan yang kebetulan sedang menginap di hotel-hotel di Banjarmasin,” jelas Dedy.
Dalam lomba tersebut, Disperdagin Kota Banjarmasin menyiapkan sejumlah indikator penilaian. Untuk kategori Hotel Pro IKM, salah satu perhatian utama adalah keberadaan pojok UMKM atau IKM sebagai tempat khusus untuk menampilkan produk lokal.
Penilaian berikutnya berkaitan dengan aktivitas penjualan. Disperdagin Kota Banjarmasin juga membuka peluang agar produk IKM dapat diintegrasikan ke dalam paket layanan hotel, termasuk menjadi bagian dari harga kamar yang ditawarkan kepada tamu.
“Salah satu yang kami harapkan, setelah produk IKM ini masuk di hotel-hotel, harganya bisa dimasukkan sekaligus dengan harga kamar,” ungkapnya.
Tidak hanya hotel, sektor perdagangan modern juga menjadi sasaran perluasan pasar IKM. Disperdagin Kota Banjarmasin mencatat terdapat sekitar 13 macam jaringan toko ritel modern yang beroperasi di Kota Banjarmasin.
Menurutnya, keberadaan jaringan tersebut merupakan potensi yang dapat dimanfaatkan pelaku IKM untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Produk lokal yang mampu memenuhi standar industri diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk masuk ke pasar modern.
Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin berharap program tersebut dapat mengubah pola pemasaran pelaku IKM. Akses terhadap hotel dan toko modern diharapkan membuat produk lokal memiliki saluran distribusi yang lebih beragam dan tidak hanya bergantung pada penjualan langsung maupun pasar tradisional.
“Harapannya, kegiatan ini bisa membuka lebih luas pemasaran produk IKM kita, sehingga pelaku IKM tidak hanya mengandalkan pemasaran secara konvensional, tetapi toko modern dan hotel diwajibkan memasarkan produk IKM,”katanya.
Sebagai bentuk apresiasi, Disperdagin Kota Banjarmasin telah menyiapkan penghargaan bagi peserta yang berhasil meraih posisi terbaik. Hadiah yang diberikan berupa sertifikat, trofi, serta uang pembinaan.
Sementara itu, hasil Lomba Toko Modern Pro IKM dan Lomba Hotel Pro IKM dijadwalkan diumumkan pada 21 September 2026. (ham/KPO-3)















