BANJARMASIN, kalimantanpost.com – Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Muhammad Arsyad Al Banjari tengah mematangkan persiapan pembukaan Fakultas Kedokteran.
Ketua Yayasan UNISKA, Budiman Mustafa, mengatakan proses persiapan tersebut kini memasuki tahap visitasi sebagai salah satu tahapan untuk mendapatkan izin penyelenggaraan Fakultas Kedokteran.
Menurut Budiman, dari sisi sumber daya manusia, UNISKA telah menyiapkan 34 tenaga pengajar yang dinilai telah memenuhi persyaratan.
Tenaga pengajar tersebut terdiri dari tenaga preklinik dan klinik.
“Untuk preklinik terdiri dari dokter umum (S1) dan ada yang sedang sekolah S2. Kalau klinik merupakan dokter spesialis atau sudah S2, sebanyak 14 orang,” ujar Budiman.
Ia menjelaskan, UNISKA saat ini masih menyusun sejumlah berkas sebagai kelengkapan persyaratan pendirian Fakultas Kedokteran.
Setelah seluruh persyaratan dinyatakan lengkap, berkas tersebut akan kembali diajukan dan diserahkan kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) di tingkat pusat.
Selanjutnya, proses akan diteruskan kepada Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes) untuk dilakukan penilaian.
“Setelah itu LAM-PTKes yang memberikan bahwa kita layak mendirikan,” jelasnya.
Budiman berharap seluruh proses tersebut dapat rampung dalam waktu dekat sehingga izin pembukaan Fakultas Kedokteran UNISKA bisa terbit pada September 2026.
Jika izin terbit sesuai target, UNISKA bahkan menargetkan dapat langsung membuka penerimaan mahasiswa baru pada bulan yang sama.
“Kami berharap dalam bulan September ini izin tersebut keluar. Dan nantinya dilakukan penerimaan mahasiswa pada bulan tersebut,” katanya.
Namun, UNISKA juga menyiapkan skenario lain apabila proses perizinan belum selesai pada September.
“Namun apabila izin pada Oktober, terpaksa di tahun depan,” ungkap Budiman.
Dalam proses visitasi, tim asesor yang melakukan penilaian berasal dari unsur yang memiliki kompetensi di bidang pendidikan dan layanan kesehatan.
Di antaranya melibatkan tim dari Persatuan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) serta komite medik kedokteran.
Pembukaan Fakultas Kedokteran ini menjadi salah satu langkah UNISKA untuk memperluas pilihan pendidikan tinggi di bidang kesehatan sekaligus menjawab kebutuhan tenaga medis di Kalimantan Selatan.
Kini, pihak yayasan bersama jajaran universitas masih fokus melengkapi dokumen dan memastikan seluruh persyaratan terpenuhi sebelum proses pengajuan kembali dilakukan.
“Kami berharap dalam bulan September ini izin tersebut keluar,” tegas Budiman.(fin).















