Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Opini

MENGINGAT KEMATIAN

×

MENGINGAT KEMATIAN

Sebarkan artikel ini
Ahdiat Gazali Rahman
H AHDIAT GAZALI RAHMAN

Oleh : H AHDIAT GAZALI RAHMAN

Kata masyarakat umum menyebut ingat mati, kematian adalah suatu yang pasti, hal isi sesuai dengan firman Allah SWT, “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami”. (QS. Al Anbiya : 35). Semua masyarakat sudah mengatahui tentang kematian itu pasti, yang belum bisa ditentukan dan diramalkan manusia adalah kapan mereka meninggal, dimana, apa yang melatarbelakanginya meninggal. Dengan mengenal dan memahami ayat tersebut, seharusnya semua manusia yang ada di dunia ini wajib menyadari, bahwa hidup adalah sementara, karena setelah itu akan menemui kematian dan setelah kematian, mereka akan dimintakan pertanggungjawaban apa yang telah dikerjakan selama hidup di dunia ini.

Kalimantan Post

Mengingat kematian bukan berarti tak mau menikmati hidup dan kenyamanan di dunia ini, tapi ingat mati membimbing agar berhati-hati dalam dunia ini, karena apa yang diperjuangan akan berakhir Ketika manusia itu meninggalkan dunia, atau setelah kematian datang menjemput.

Islam sangat menganjurkan umatnya untuk mengingat kematian, dengan memberikan sebuah pembelajaran sebagaimana hadis Nabi SAW yang di riwayatkan Bukhari dan Muslim.

Hak muslim kepada muslim yang lain ada enam, yaitu: 1. Apabila engkau bertemu, ucapkanlah salam kepadanya; 2. Apabila engkau diundang, penuhilah undangannya; 3. Apabila engkau dimintai nasihat, berilah nasihat kepadanya; 4. Apabila dia bersin lalu dia memuji Allah (mengucapkan Alhamdulillah), doakanlah dia (dengan mengucapkan Yarhamukallah); 5. Apabila dia sakit, jenguklah dia; 6. Apabila dia meninggal dunia, iringilah jenazahnya (sampai ke pemakaman).

Jelas sekali dengan mengantar ke kubur teman atau keluarga yang telah meninggal dunia, diharapkan manusia akan ingat tentang dirinya suatu saat juga akan mendapatkan giliran akan diantar ke tempat yang sama, yakni dimasukan kedalam kubur, tentu setelah kematian, dari itu alang kah elok jika sebelum kematian itu tiba, manusia lebih dahulu mempersiapkan apa yang seharusnya dikerjakan, sehinga ketika kematian itu datang, manusia tetap mendapatkan ketenangan, bahkan kebahagian setelah meninggalkan dunia.

Baca Juga :  TELEPON GENGGAM

Para ulama sepakat ada lima manfaat yang dapat diperoleh dari mengingat kematian, yakni :

  1. Mengingat kematian merupakan ibadah. Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata, “Aku pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu seorang Anshor mendatangi beliau, ia memberi salam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, mukmin manakah yang paling baik?” Beliau bersabda, “Yang paling baik akhlaknya”. “Lalu mukmin manakah yang paling cerdas?”, ia kembali bertanya. Beliau bersabda, “Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya, itulah mereka yang paling cerdas.” (HR. Ibnu Majah). Mengingat kematian merupakan anjuran Rasulullah, dengan banyak mengingat-ingat kematian kita akan menjadi orang yang senantiasa bertaubat dan menyesali kesalahan-kesalahan yang kita lakukan. Mengingat kematian menjadi amal salih yang akan diganjar pahala oleh Allah SWT.
  2. Menjauhkan diri dari perbuatan zalim. Orang yang banyak mengingat kematian akan jauh dari perbuatan manzalimi orang lain. Karena ia mengetahui bahwa apa yang ia lakukan akan dipertanggungjawabkan kelak di akhirat.
  3. Memperbaiki kualitas kehidupan. Rasulullah SAW bersabda, “Perbanyaklah banyak mengingat pemutus kelezatan (yaitu kematian) karena jika seseorang mengingatnya saat kehidupannya sempit, maka ia akan merasa lapang dan jika seseorang mengingat nya saat kehiupannya lapang, maka ia tidak akan tertipu dengan dunia (sehingga lalai akan akhirat)”. (HR. Al Baihaqi).
  4. Menambah khusyuk dalam beribadah. Salah satu cara untuk khusyuk dalam salat adalah dengan memperbanyak mengingat kematian sebagaimana sabda Nabi SAW, “Ingatlah kematian dalam salatmu karena jika seseorang mengingat mati dalam salatnya, maka ia akan memperbagus salatnya”. (Ad Daimi). Salatlah seperti salat orang yang tidak menyangka bahwa ia masih punya kesempatan melakukan salat yang lainnya.
  5. Mendorong seseorang untuk memantaskan diri menghadapi kehidupan akhirat. Semua orang menginginkan kematian yang baik (husnul khatimah), terlepas dari siksa kubur dan dibangkitkan dalam keadaan yang baik. Untuk itu orang yang banyak mengingat kematian dan peristiwa yang akan dilalui setelah kematian akan selalu berusaha memantaskan dan mempersiapkan diri sebelum menghadapinya
Baca Juga :  Mencegah LGBTQ di Sekolah: Cukupkah dengan Insersi Kurikulum?
Iklan
Iklan