SAMARINDA, Kalimantanpost.com – Penyelesaian akhir yang kurang bagus menjadi sorotan usai Borneo FC Samarinda kalah 0-1 atas Persija Jakarta di laga perdana Super League 2026/2027 di Stadion Segiri Samarinda, Sabtu (5/9/2026) malam lalu.
Borneo FC mencatatkan 17 tembakan dengan sembilan di antaranya mengarah tepat ke gawang. Sementara Persija hanya melepaskan delapan tembakan dan tiga di antaranya tepat sasaran.
“Secara keseluruhan, jelas kami adalah tim yang lebih baik selama 90 menit permainan. Kami mencatatkan lebih banyak tembakan dan peluang, namun penyelesaian akhir kami kurang efisien,” ujar pelatih Borneo FC, Mauro Jeronimo dikutip dari laman ILeague, Senin (7/9/2026).
“Sepak bola mungkin satu-satunya olahraga di mana, meskipun Anda menciptakan lebih banyak peluang dan melepaskan lebih banyak tembakan dibandingkan lawan, mereka tetap bisa mengalahkan,” dia menambahkan.
“Namun, inilah sepak bola, dan perjalanan kami baru saja dimulai. Saya yakin jika kami bisa mempertahankan performa seperti ini di pertandingan-pertandingan berikutnya, kami pasti akan meraih kemenangan,” ucapnya lagi.
Untuk itu masalah efektivitas menjadi pekerjaan rumah utama Borneo FC. Pelatih asal Spanyol itu menyebut tim perlu melihat kembali pertandingan secara menyeluruh untuk menemukan penyebab kegagalan mengkonversi peluang menjadi gol.
“Kita harus analisis, kita harus lihat pertandingan lagi, bisa dari aspek kemungkinan teknis, taktikal, atau kemungkinan dari kadang-kadang dia lagi inspirasi pemain lagi bagus,” Mauro Jeronimo.
“Kita ada banyak faktor. Tapi yang kita harus jujur, kita tidak efisien karena kita tidak mencetak gol. Pasti kita kedepannya harus koreksi itu, kita harus cetak gol,” sambungnya.
Kini meskipun merasa kecewa, Borneo FC segera mengalihkan fokus pada laga pekan ke-2 BRI Super League 2026/27. Tim dijadwalkan menghadapi Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Sabtu (12/9) mendatang. (ful/KPO-3)















