Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Kesan Positif Alm Eks Wali Kota Yudhi Wahyuni Dimata Sahabat dan Bawahan

×

Kesan Positif Alm Eks Wali Kota Yudhi Wahyuni Dimata Sahabat dan Bawahan

Sebarkan artikel ini
IMG 20211217 WA0076
Kunjungan Wali Kota Banjarmasin A Yudhi Wahyuni, sebelum dimulainya program bedah rumah yang diluncurkan Pemko Banjarmasin melalui Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin. (KP/dok. Kalimantan Post)

Banjarmasin, KP – Mantan Wali Kota Banjarmasin Ahmad Yudhi Wahyuni yang meninggal dunia pada Jumat (16/12) pagi tadi, membuka banyak kisah positif dari para sahabat dan mantan bawahannya saat memimpin Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan ini di periode 2005-2010.

Kalimantan Post

Benar saja, saat jenazah almarhum mantan orang nomor satu di Bumi Kayuh Baimbai itu disemayamkan di Masjid Al-Jihad Banjarmasin, ratusan pelayat datang secara bergantian.

Bahkan para pelayat yang berasal dari berbagai kalangan tersebut juga terlihat menghadiri prosesi pemakaman mendiang. Mulai dari pejabat pemerintahan maupun masyarakat umum.

Hal itu menandakan bahwa mendiang memang banyak memberikan kesan positif kepada orang disekitarnya.

Salah satu sahabat almarhum, Djumaderi Masrun yang mengaku sudah mengenal sosok mendiang sejak tahun 1997 silam.

“Saat itu saya masih bekerja di kantor Pelayaran Samudera Indonesia. Kebetulan saya juga yang mengetes beliau saat melamar sebagai manajer marketing,” ucapnya saat ditemui awak media, Jumat (17/12) siang.

Ia menceritakan, hal yang paling berkesan dan diingat dibenaknya adalah sosok almarhum yang sangat religius. Baik dalam cara memimpin pemerintahan, maupun dalam beraktivitas sehari-hari.

Disamping itu, mendiang juga dinilai sangat rendah hati. Karena pada saat menjabat sebagai wali kota, pasangan dari Alwi Sahlan itu tidak merasa malu untuk duduk santai sampai makan hidangan di warung ‘koboi’.

“Beliau itu lulusan pesantren Gontor. Kalau jadi imam suaranya sangat merdu. Beliau juga sering kali mengajak saya sarapan bersama di kantornya,” ungkap mantan Ketua KONI Banjarmasin itu.

Hal senada juga diungkapkan Rusdiansyah, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalimantan Selatan.

Bukan tanpa alasan, jika dilihat dari sejarah perjalanan karir Rusdiansyah sebagai salah satu pejabat SKPD di Pemerintahan Kota (Pemko) Banjarmasin berawal dari semasa mendiang Yudhi Wahyuni masih menjabat sebagai wali kota.

Baca Juga :  Bukan Urusan Sepele, TP PKK Banjarmasin Gembleng Relawan Deteksi Dini Kasus Kekerasan

“Dulunya saya adalah Camat di Banjarmasin Tengah. Kemudian saya dilantik beliau sebagai Kepala Dishub Kota Banjarmasin pada tahun 2007,” jelasnya

Menariknya, pria dengan sapaan Rusdi itu diangkat sebagai pejabat di bawah kepemimpin mendiang setelah menjadi pesaing saat Pilkada saat 2005 lalu.

“Hal yang tidak biasa pada saat itu. Waktu itu saya jadi pesaing beliau saat sama-sama maju di Pilkada, malah dipanggil untuk jadi pejabat. Beliau berpasangan dengan Pak Alwi Sahlan peringkat pertama suara terbanyak, dan saya peringkat kedua,” pungkasnya.

Tidak sampai disitu, hal serupa ternyata juga dirasakan oleh salah satu bawahan Yudhi Wahyuni lainnya. Misalnya Ichrom Muftezar.

Pria yang dipercaya mengemban tugas sebagai Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin di era Ibnu Sina-Arifin Noor itu mengaku memiliki kedekatan emosional tersendiri kepada mendiang Yudhi Wahyuni.

“Pertama kali diangkat setelah lulus STPDN, saya langsung ditugaskan sebagai staf di salah satu kelurahan di Banjarmasin di era kepemimpinan beliau,” ujarnya menceritakan.

“Namun dua tahun menjalani tugas sebagai staf, saya langsung diangkat menjadi seklur di kelurahan yang sama. Makanya, beliau sangat berjasa dalam perjalanan karir saja sebagai ASN Pemko,” ungkapnya singkat.

Sekedar diketahui, mendiang Yudhi Wahyuni meninggal dunia setelah sebelumnya menjalani perawatan secara intensif di RSUD Ulin, akibat penyakit komplikasi yang dideritanya selama kurang lebih dua bulan belakangan.

Kemudian sejak sepekan terakhir, mendiang menjalani perawatan di ruang ICU, sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir.

Jenazah Yudhi Wahyuni pun langsung di bawa ke Masjid Al Jihad di jalan Cempaka Besar, dilakukan proses pemulasaran jenazah hingga disalatkan seusai salat jumat.

Yudhi Wahyuni wafat di usia 66 tahun dan meninggalkan satu orang istri dan tiga orang anak.

Baca Juga :  Mengatasi Penyakit Ispa, Polsek Banjarmasin Selatan, Membagikan Masker

Sekarang, mantan Wali Kota Banjarmasin yang dikenal sebagai sosok pemimpin yang loyal, rendah hati dan taat dalam menjalankan perintah agama itu kini sudah dikebumikan di alkah keluarga di komplek kubah datu Amin di jalan Benua Anyar. (Zak/KPO-1)

Iklan
Iklan