Banjarmasin, KP – Belum lama tadi warga Banjarmasin tengah menyoroti kabar adanya perilaku arogan yang dilakukan oleh salah satu oknum lurah di salah satu rumah makan di kawasan Jalan Banua Anyar, Kecamatan Banjarmasin Timur.
Dan kabar tersebut ternyata sudah sampai ke telinga Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina. Dan orang nomor satu di Kota Seribu Sungai ini berang dengan aksi oknum lurah tersebut.
Bahkan ia memastikan, bahwa pihaknya akan melayangkan teguran sekaligus pembinaan atas sikap arogan yang dilakukan oknum lurah ini kepada karyawan di rumah makan tersebut.
“Itu (teguran dan pembinaan) pasti akan kita lakukan,” tegas Ibnu Sina saat ditemui awak media, Kamis (6/1) kemarin.
Ia mengaku sudah mengkoordinasikan hal tersebut kepada pihak kecamatan setempat untuk segera diselesaikan secepatnya.
“Kita minta untuk segera diambil tindakan. Jangan sampai nanti seperti yang beredar di media sosial itu membuat warga salah persepsi lantaran melihatnya sepotong-sepotong,” ujarnya.
Karena itu, Ibnu berharap agar permasalahan tersebut bisa cepat selesai dan tidak dipermasalahkan lagi.
“Karena mereka (pengelola rumah makan dan oknum lurah) ini kan infonya masih keluarga. Hanya saja pas kejadian kemarin itu mungkin terjadi kesalahpahaman,” imbuhnya.
Kendati demikian, Ibnu menegaskan bahwa sikap arogan yang diperlihatkan oknum lurah dalam video yang beredar di medsos itu merupakan tindakan yang tidak pantas untuk dilakukan oleh seorang aparatur negara.
Kemudian, Ibnu menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi pelajaran bagi setiap ASN di Banjarmasin untuk selalu bijak dalam bertugas,
“Mau itu lurah atau pejabat lain, buat apa juga marah-marah. Karena saya saja tidak pernah seperti itu,” tukasnya.
“Kalau sudah tidak mau ya sudah. Jangan dipaksakan,” tandasnya.
Sebelumnya, aksi arogan oknum lurah di Banjarmasin yang diduga membentak karyawan rumah makan di kawasan Banua Anyar itu terekam dalam video 36 detik itu viral di media sosial.
“Bosnya mana, bosnya mana ini. Kada (tidak) tahu di-adab sama sekali,” ucap oknum lurah tersebut dengan nada tinggi dalam video.
Oknum lurah yang mengenakan kemeja putih dan celana hitam itu terus saja bicara dengan nada tinggi kepada karyawan rumah makan.
Kasir rumah makan tersebut, Aisyah menceritakan, bahwa oknum lurah bermaksud membeli adonan. Tapi karena toko tidak menjual bahan yang dimaksud, si oknum meradang.
“Mempertanyakan apakah disini bisa jual adonannya aja. Karena dari dulu tidak pernah jual adonan lagi, saya jelaskan ke beliau,” ujar Aisyah.
Tak puas dengan jawaban kasir, oknum lurah kembali meminta nomor pemilik rumah makan. Tapi Aisyah tidak bersedia menuruti permintaan oknum tersebut.
“Bosnya lagi di luar kota, kalau nomornya juga tidak bisa sembarang membagikan,” tambahnya.
Karena merasa tidak puas dengan jawaban kasir, saat itu si oknum sempat membentak di depan para pegawai rumah makan.
“Kamu tidak tau kah siapa aku ujar beliau. Aku ini Lurah di sini,” kata Aisyah menirukan ucapan oknum tersebut.
“Posisi saya memang tidak tau, beliau siapa,” tambah Aisyah.
Setelah itu, Aisyah meminta oknum Lurah tersebut untuk duduk sambil dirinya menghubungi pemilik rumah makan.
“Tapi beliau marah-marah. Posisinya itu sudah memaki-maki saya dan menghina saya macam-macam,” imbuhnya.
Teman Aisyah yang kala itu berkeinginan mengabadikan aksi oknum Lurah melalui sebuah video juga mendapatkan perlakuan kasar.
“Kam bisa memvideo, ku pukul kam. (Kalau kamu mengambil video akan saya pukul kamu). Jadi tidak berani,” pungkasnya.
Belakangan pihak rumah makan sudah melaporkan kasus tersebut kepada Polsek Banjarmasin Timur. Surat laporan pada 5 Januari 2022.
Amukan dan pengancaman serta pengrusakan alat di rumah makan itu berakibat kepada pengaduan ke pihak kepolisian. (Zak/KPO-1)















