Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Ekonomi

Dewi Sarankan Pemerintah Kendalikan Harga Sembako

×

Dewi Sarankan Pemerintah Kendalikan Harga Sembako

Sebarkan artikel ini

Banjarmasin, KP – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Hj Dewi Damayanti Said menyarankan pemerintah mengendalikan harga kebutuhan pokok secara menyeluruh dan tuntas.

“Jadi pengendalian harga kebutuhan pokok ini harus secara menyeluruh dan tuntas,” kata Hj Dewi Damayanti yang dihubungi wartawan via whatsapp, kemarin, di Banjarmasin.

Kalimantan Post

Hal ini terkait masih tingginya harganya minyak goreng di pasaran, yang menyebabkan instansi terkait melaksanakan operasi pasar murah, namun belum bisa mengatasi kenaikan harga tersebut.

Menurut Dewi Damayanti, hal yang sama bisa diterapkan, seperti pada minyak tanah atau bahan bakar minyak (BBM) ada harga eceran tertinggi (HET), sehingga pedagang tidak bisa seenaknya menaikkan harga.

“Mungkin juga bisa mencontoh negeri Jiran Malaysia, pemerintah disana yang menentukan patokan harga tertinggi dan terendah suatu komoditas tertentu dari kebutuhan pokok,” tambah politisi Partai Golkar.

Dewi Damayanti menambahkan, dengan adanya patokan harga tertinggi, maka pedagang atau pihak swasta tidak seenaknya menentukan harga.

“Bila melampaui ketentuan pemerintah akan dikenakan sanksi,” ujar putri mantan Gubernur Kalsel, HM Said.

Ketua Kaukus Perempuan Politik Kalsel ini menambahkan, pasar murah untuk pengendalian harga suatu komoditas dinilai tidak efektif, karena sifatnya hanya sementara dan mungkin bisa tidak kecolongan.

“Tetapi dengan penentuan harga batas bawah dan batas paling atas, pedagang bisa memilih harga penjualan. Yang penting mereka tidak rugi dan tak kena sanksi,” jelas wakil rakyat dari daerah pemilihan Kalsel I, yakni Kota Banjarmasin.

Dewi Damayanti mengaku prihatin atas keadaan harga beberapa kebutuhan pokok yang tidak stabil dan cenderung menaik atau di luar jangkauan daya beli masyarakat golongan ekonomi menengah ke bawah.

“Apalagi minyak goreng yang banyak para pedagang gorengan gunakan, yang notabene mereka itu kelompok Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM),” ungkap Dewi Damayanti.

Baca Juga :  Manajer Cabang PT DLU Banjarmasin: Komitmen AMBAPERS Menjaga Kualitas Alur Sungai Barito

Sementara itu, dari pantauan di lapangan/pasaran Banjarmasin, minyak goreng kemasan satu liter belakangan sulit mencari di pasaran, seperti pada minimarket banyak kemasan dua liter dengan harga minimal Rp30.000.

Dinas Perdagangan setempat pernah mengadakan operasi pasar untuk mengatasi masalah harga minyak goreng, tapi tidak berlangsung lama dan itu pada tempat-tempat tertentu. (lyn/K-1)

Iklan
Iklan