Banjarmasin, KP – Rapat Pleno Pengurus PWI Provinsi Kalsel yang dipimpun Ketua PWI Kalsel Zainal Helmie dan Ketua Dewan Kehormatan PWI Fathurrahman menyepati dan memutuskan bahwa Konferensi Kerja dan Konferensi Provinsi Kalsel Tahun 2022 digelar pada tanggal 30 – 31 Juli 2022.
Keputusan tersebut disampaikan Ketua PWI Provinsi Kalsel, Zainal Helmie usai rapat pleno di Sekretariat PWI Provinsi Kalsel, Rabu (2/3/2022) yang diikuti 21 Pengurus PWI dari jumlah pengurus dan lima diantaranya menyatakan setujuan dalam whatsapp grub Pengurus PWI Kalsel.
Menurut Zainal Helmie yang kembali akan mencalonkan lagi sebagai Ketua di Konferensi Kerja dan Konferensi Provinsi sendiri ujarnya memiliki agenda penyusunan program kerja dan pemilihan ketua serta kepengurusan untuk periode mendatang.
Padahal sejatinya kepengurusan periode ini disebutkan Helmie berakhir pada tanggal 8 Agustus 2022 nanti. Meski demikian keputusan pelaksanaan konferensi ini digelar lebih awal sebelum berakhirnya masa kepengurusan.
“Tadi rapat pleno memutuskan bahwa Konferensi Kerja dan Konferensi Provinsi PWI Kalsel digelar pada tanggal 30 dan 31 Juli 2022 mendatang,” ujar Helmie yang mengajak semua wartawan untuk tetap menjaga marwah dan kehormatan PWI Kalsel meskipun ada persiangan nantinya.
Bahkan, untuk mensukseskan kegiatan tersebut Helmie menyebut akan membentuk kepanitiaan yang dikomandoi oleh Wakil Ketua Bidang Organisasi, Kiky Arianzah dari Duta TV yang akan dibantu oleh pengurus lainnya seperti Totok Facruddin dari Radar Banjar, Ratna Sari Dewi dari TVRI juga Hj Sunarti dari Kalimantan Post.
“Nanti kepanitiaan dibentuk oleh Bidang Organisasi sesuai dengan tugas serta fungsinya, dan semoga berjalan lancar karena semua ini untuk kepentingan anggota PWI Kalsel,” lanjut Helmie.
Sementara itu Ketua Dewan Kehormatan Daerah (DKD) Provinsi Kalsel, Fathurrahman dikesempatan yang sama menyebutkan bahwa digelarnya konferensi ini sebelum berakhirnya masa kepengurusan ialah sebagai bentuk kepatuhan terhadap aturan.
“Ini bentuk kepatuhan terhadap peraturan. Sehingga tidak perlu ada perpanjangan,” ucap singkat dan jelas.
Ia pun menyebut konferensi sebagai wadah untuk memberikan kesempatan yang sama terhadap seluruh seluruh potensi yang dimiliki oleh PWI untuk mengemban amanah.
Mantan Ketua PWI Kalsel dua periode tersebut pun mengatakan konferensi digelar dengan mengedepankan asas musyawarah dan demokrasi.
Sehingga harus memperhatikan etika dan akhlak dalam pelaksanaannya. “PWI Kalsel merupakan bagian dari PWI seutuhnya. Sejauh ini kita mendapatkan apresiasi dari PWI Pusat. Sehingga harus kita jaga bersama hal itu,” ingatnya.
Selain mengagendakan konferensi, Rapat Pleno tersebut juga membahas terkait pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan, Tali Asih Ramadhan dan pelaksanaan Porwanas 2022 yang akan digelar di Malang pada Oktober nanti. (vin/K-3)















