Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Ibnu Sina Klaim Jembatan Apung Sudah Tepat Ketimbang Bangun Flyover

×

Ibnu Sina Klaim Jembatan Apung Sudah Tepat Ketimbang Bangun Flyover

Sebarkan artikel ini
Hal 9 2 Klm Diskusi Jembatan Apung
PENGUKURAN - Petugas PUPR saat mengukur area pembangunan jembatan apung di bawah Jembatan Dewi. (KP/Zakiri)

Jembatan apung rencananya akan dibuat dengan konsep terbuka alias tanpa atap yang sebagian besar kubus apungnya berada di bawah Jembatan Dewi

BANJARMASIN, KP – Banyaknya kritikan yang muncul atas keberadaan proyek Jembatan Apung di bawah Jembatan Dewi membuat Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina angkat bicara.

Kalimantan Post

Menurut Ibnu, pembuatan akses penghubung Siring Patung Bekantan ke kawasan Siring Kampung Ketupat di kawasan Sungai Baru tersebut merupakan lanjutan dari pembangunan dermaga apung di Siring Piere Tendean.

“Itu sudah kita rencanakan pada saat kita membangun dermaga terapung di tahun 2018, dan sudah kita rencanakan terkait akses menuju kampung ketupat ini,” ungkapnya saat ditemui awak media di lobi Balai Kota, Kamis (21/7) petang.

Selain itu, dirinya juga menegaskan, bahwa anggaran yang dikucurkan hampir Rp 4,5 milyar untuk membangun akses penghubung tersebut merupakan hal yang wajar.

“Karena pada saat kita membangun dermaga apung dengan bahan kubus apung anggarannya kan hampir sama seperti itu, dan anggaran yang digunakan ini juga sudah diperhitungkan. Kalau ada yang bisa lebih murah ya silahkan saja,” ujarnya.

Bukan tanpa alasan, menurutnya hal itu dikarenakan bahan kubus apung lebih efektif untuk digunakan di atas air ketimbang bahan lain, misalnya kayu ulin.

“Kalau ini (kubus apung) kan lebih fleksibel ketimbang kayu ulin, sehingga air sungai dalam keadaan pasang atau surut, jembatan itu tetap bisa dilewati,” tukasnya.

Kemudian, Ibnu juga mengaku lebih memilih konsep jembatan apung ketimbang membangunkan flyover untuk bisa menjadi akses penyeberangan menuju ke Siring Kampung Ketupat.

“Makanya untuk menghubungkan itu tanpa membangun flyover, ya kita bangun jalan apung. Bahasa lainnya kita bikin underpass untuk pejalan kaki. Dan ini juga bisa mempercantik wajah Kota Banjarmasin,” pungkasnya.

Baca Juga :  SNBT 2026, ULM Terima 3.282 Mahasiswa Baru

Sebelumnya diketahui, jembatan apung tersebut rencananya akan dibuat dengan konsep terbuka alias tanpa atap. Hal itu disebabkan sebagian besar kubus apungnya berada di bawah Jembatan Dewi.

Namun, meski bentuknya tidak jauh berbeda dengan Dermaga Apung Pasar Terapung Banjarmasin yang sudah ada di Siring Tendean di samping Jembatan Merdeka.

Kemudian, angka waktu pengerjaan jembatan penghubung ke dermaga apung di Jembatan Dewi ini dipatok selama 75 hari kalender. Sehingga pada saat peringatan Hari Jadi Banjarmasin ke-496 tahun bisa langsung diresmikan oleh Walikota Ibnu Sina. (Kin/K-3)

Iklan
Iklan