Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarbaru

Siswa SDN Pulau Nyiur 1 Belajar Langsung di TPA Cahaya Kencana

×

Siswa SDN Pulau Nyiur 1 Belajar Langsung di TPA Cahaya Kencana

Sebarkan artikel ini
Hal 10 3 Klm BJB 2

Banjarbaru,KP – Puluhan murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pulau Nyiur 1 mengunjungi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cahaya Kencana yang menjadi tempat pemrosesan sampah di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Sebanyak 60 siswa SD yang didampingi guru ke lokasi tersebut untuk mempelajari langsung proses pengolahan sampah organik dan anorganik, Kamis (1/9/2022).

Kalimantan Post

Kepala sekolah SDN Pulau Nyiur 1 Suharti,S.Pd mengatakan tujuan kegiatan ini sebagai salah satu kegiatan langsung siswa agar bisa mengimplementasikan teori pendidikan dengan praktek langsung di lapangan.

“Disini siswa kelas satu dan kelas empat mempelajari langsung setiap tahap pemrosesan hingga hasil jadinya. Dan dapat menambah pengalaman mereka yang akan di laksanakan secara mandiri dinsekolah atau Dirumah,” ujar Suharti.

Kehadiran anak didiknya ke lokasi TPA untuk melihat langsung pengelolaan sampah yang mampu menghasilkan gas metan menjadi sumber energi listrik dan bahan bakar.

“Kami ingin anak-anak mengetahui cara pengelolaan sampah menjadi gas metan sehingga mereka sejak usia dini mengetahui pengelolaan sampah yang benar sehingga mampu menjadi energi listrik dan bahan bakar,” ujarnya.

Siswa juga bisa memperlajari bagaimana TPA bisa membuat area yang di kunjungi tidak memiliki aroma yang tajam meski menjadi pusat akhir pemrosesan akhir sampah.

“Tempatnya enak dan teduh karena dipenuhi pepohonan. Selain itu, tidak perlu menutup hidung atau pakai masker karena sampahnya tidak berbau sehingga anak-anak senang berkunjung ke TPA ,” ujarnya.

Salah satu staff TPA Cahaya Kencana, Nur Iklima mengatakan, aktivitas setiap hari di TPA adalah mengelola sampah yang berasal dari masyarakat baik sampah organik maupun anorganik yang diolah menggunakan sistem sanitary landfill.

Dijelaskan, teknisnya tumpukan sampah di dorong ke lubang pengolahan atau sel yang telah ditentukan dan masih aktif kemudian lubang ditutup dengan tanah beberapa hari sampai menghasilkan gas.

Baca Juga :  Enam Hidran Sungai Ulin Diaktifkan, Suplai Air Pemadam Karhutla Diperkuat

“Setelah sampah yang terkurung di lubang pengolahan menjadi gas, kemudian gas itu dimasukan dalam saluran perpipaan gas untuk diproses pemurnian sehingga menghasilkan energi listrik maupun bahan bakar,” ujarnya. (Dev/K-3)

Iklan
Iklan