Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Opini

Dampak Pandemi Covid-19 dalam Sistem Pendidikan di Perguruan Tinggi

×

Dampak Pandemi Covid-19 dalam Sistem Pendidikan di Perguruan Tinggi

Sebarkan artikel ini

Oleh : dr Yulia Syarifa, SpPD
Peserta LATSAR CPNS Angkatan XXIX Puslatbang KDOD

Sejak pemerintah Republik Indonesia mengkonfirmasi kasus positif pertama virus corona pada awal maret yang lalu, memaksa pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan kebijakan serta menghimbau kepada masyarakat Indonesia agar melakukan physical distancing (menjaga jarak fisik) dan social distancing (menjaga jarak sosial) serta work from home, study at home, and worship at home (bekerja dari rumah, belajar di rumah, dan ibadah di rumah), untuk mencegah penularan virus corona lebih meluas, hal ini tentu berimbas di berbagai sektor kehidupan manusia dengan adanya kebijakan tersebut.

Kalimantan Post

Sektor pendidikan tak luput dari kebijakan tersebut, lewat surat edaran yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 3 tahun 2020 tentang pencegahan corona virus disease (Covid-19) pada satuaan pendidikan dan surat edaran yang dikeluarkan oleh pimpinan-pimpinan perguruan tinggi yang ada di seluruh Indonesia untuk melaksanakan kebijakan seperti yang di atas. Dengan keluarnya kebijakan dan surat edaran tersebut membuat seluruh aktivitas pendidikan di perguruan tinggi baik dari kalangan dosen dan mahasiswa yang ada di Indoneisa untuk dilakukan dan dikerjakan di rumah saja seperti, belajar di rumah dan kuliah di rumah untuk mencegah penularan dan mewabahnya penyakit yang disebabkan oleh virus jenis baru yakni novel corona virus (Covid-19).

Kuliah online disebut juga e-Learning atau Online Course adalah proses perkuliahan dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi, dalam hal ini internet. Dalam proses perkuliahan online atau kuliah non tatap muka ini, mahasiswa tidak dituntut rutin datang ke kampus seperti biasanya yang dilakukan setiap jam mata kuliah.

Kuliah online juga merupakan salah satu sarana pembelajaran interaktif. Dosen dan mahasiswa dapat berkomunikasi dengan menggunakan media internet. Dosen dapat memberikan materi kuliah, baik berupa file, video, maupun tulisan (teks). Dengan kuliah online, seorang dosen juga bisa mengajar di beberapa tempat secara bersamaan. Lantas semudah itukah kita membayangkan kuliah online.

Kuliah online berawal dari sebuah rasa kegembiraan dan berakhir dengan bentuk keresahan di kalangan mahasiswa karena beban akademis yang tak logis dan menyerang psikis serta bentuk keresahan yang tak henti dikarenakan banyaknya kendala-kendala yang harus ditempuh dalam proses perkuliahan secara online, seperti kendala tugas yang terlalu menumpuk disetiap mata kuliah, kendala pada jaringan internet, kendala dari segi ekonomi karena tidak mampu memenuhi kebutuhan akan pembelian paket kuota internet serta kendala pada media yang digunakan oleh dosen untuk proses perkuliahan online tersebut berbeda-beda.

Baca Juga :  Krisis Air Bersih

Inilah realitas yang terjadi bukan kuliah online namun tugas online-lah yang harus ditempuh para mahasiswa di bangku perguruaan tinggi saat ini ditengah mewabahnya pandemi Covid-19 di negara kita Indonesia.

Permasalahan lain dari adanya sistem pembelajaran secara online ini adalah akses informasi yang terkendala oleh sinyal yang menyebabkan lambatnya dalam mengakses informasi. Mahasiswa terkadang tertinggal dengan informasi akibat dari sinyal yang kurang memadai. Akibatnya mereka terlambat dalam mengumpulkan suatu tugas yang diberikan oleh dosen. Belum lagi bagi dosen yang memeriksa banyak tugas yang telah diberikan kepada mahasiswa, membuat ruang penyimpanan gadget semakin terbatas. Penerapan pembelajaran online juga membuat pendidik berpikir kembali, mengenai model dan metode pembelajaran yang akan digunakan. Yang awalnya seorang guru sudah mempersiapkan model pembelajaran yang akan digunakan, kemudian harus mengubah model pembelajaran tersebut.

Di balik masalah dan keluhan tersebut, ternyata juga terdapat berbagai hikmah bagi pendidikan di Indonesia. Diantaranya, mahasiswa maupun dosen dapat menguasai teknologi untuk menunjang pembelajaran secara online ini. Di era disrupsi teknologi yang semakin canggih ini, dosen maupun mahasiswa dituntut agar memiliki kemampuan dalam bidang teknologi pembelajaran. Penguasaan mahasiswa maupun dosen terhadap teknologi pembelajaran yang sangat bervariasi, menjadi tantangan tersendiri bagi mereka.

Dengan adanya kebijakan Work From Home (WFH), maka mampu memaksa dan mempercepat mereka untuk menguasai teknologi pembelajaran secara digital sebagai suatu kebutuhan bagi mereka. Tuntutan kebutuhan tersebut, membuat mereka dapat mengetahui media online yang dapat menunjang sebagai pengganti pembelajaran di kelas secara langsung, tanpa mengurangi kualitas materi pembelajaran dan target pencapaian dalam pembelajaran. Berbagai media pembelajaran jarak jauh pun dicoba dan digunakan. Sarana yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran online antara lain, e-learning, aplikasi zoom, google classroom, youtube, maupun media sosial whatsapp. Sarana-sarana tersebut dapat digunakan secara maksimal, sebagai media dalam melangsungkan pembelajaran seperti di kelas. Dengan menggunakan media online tersebut, maka secara tidak langsung kemampuan menggunakan serta mengakses teknologi semakin dikuasai oleh mahasiswa maupun dosen. Setelah pendidik mampu menguasai berbagai sarana pembelajaran online, maka akan tercipta pemikira
n mengenai metode dan model pembelajaran lebih bervariasi yang belum pernah dilakukan oleh pendidik. Misalnya, guru membuat konten video kreatif sebagai bahan pengajaran.

Dalam hal ini, dosen lebih persuasif karena membuat peserta didik semakin tertarik dengan materi yang diberikan oleh dosen melalui video kreatif tersebut. Peserta didik tentu akan dapat memahami apa yang dijelaskan oleh dosen melalui video kreatif yang dibuat oleh dosen tersebut. Sehingga dengan adanya penerapan model pembelajaran di rumah ini, membuat mahasiswa tidak merasa bosan dalam mengikuti pembelajaran secara online. Penggunaan teknologi dalam menyelesaikan tugas pada mahasiswa, juga dapat menimbulkan kreativitas dikalangan mahasiswa dalam mengembangkan pengetahuan yang telah mereka miliki. Dengan metode pembelajaran yang bervariasi dari dosen, mereka dapat menciptakan suatu produk pembelajaran kreatif yang dapat mengembangkan pemikiran melalui analisis mereka sendiri, tanpa keluar dari pokok bahasan materi yang telah disampaikan oleh dosen.

Baca Juga :  KERAS HATI

Sebagai seorang pendidik harus terus bertanggung jawab untuk mengembangkan Tridarma Perguruan Tinggi agar tercapai targetnya untuk menyampaikan tugas pengajaran, dimana mata kuliah harus selesai dilaksanakan sesuai waktu yang sudah ditentukan, Dengan berbagai cara bisa dilakukan menyampaikan materi secara online, dan pertanyaan dan kuis yang diberikan dan dibicarakan dalam forum diskusi. Begitu juga dengan penelitian yang akan dilakukan untuk mencari solusi masalah yang dihadapi oleh masyarakat seperti masa pandemi Covid-19 agar masyarakat merasakan hasil dari penelitian yang dilakukan oleh pihak akademisi sampai benar-benar bisa dirasakan masyarakat manfaat dari solusi yang disampaikan oleh pihak akademisi. Pengabdian kepada masyarakat juga seharusnya bisa dilaksanakan walaupun masa Pembatasan Sosial Berskala Besar ini, dengan menerapkan Social Distancing dan Physikal Distancing mungkin tidak maksimal yang dicapai tapi minimal sudah ikut serta mengurangi beban masyarakat agar mereka bangun dari keterpurukan
ini. Hal inilah yang terus digali lebih dalam oleh pihak akademisi, tentunya terus difasilitasi oleh pihak kampus, atau membantu pemerintah untuk menyalurkan bantuan social atau ikut serta membantu pemerintah untuk memonitor apakah bansos tersebut sampai kepada pihak yang patut menerima bantuan tersebut dengan mendata ulang.

Walaupun banyak tenaga pendidik, peserta didik maupun masyarakat yang belum siap menghadapi era revolusi industry 4.0, pembelajaran daring di tengah pandemi Covid-19 ini seakan-akan memaksa semua manusia harus siap terhadap perkembangan teknologi saat ini. Jika dilihat dalam perspektif sosiologi, kebijakan ini merupakan langkah yang tepat dilakukan dalam kondisi seperti ini. Seperti ada percepatan agar masyarakat lebih cepat maju, dengan teknologi internet sekarang, misalnya dengan belanja dengan system online, lebih disukai masyarakat dan mengurangi waktu dan biaya transport, apalagi masa Covid-19. Karena lebih aman dan sehat. Kita harapkan semoga pandemi Covid-19 lekas berakhir, semua warga bangsa senantiasa sehat dan proses kehidupan dapat berjalan normal kembali dengan menciptakan manusia manusia baru yang memiliki pola pikir positif yang sarat solidaritas sosial.

Iklan
Iklan