Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Klaim Inflasi Menurun, Harga Bapok Tetap Meroket

×

Klaim Inflasi Menurun, Harga Bapok Tetap Meroket

Sebarkan artikel ini
Hal 9 3 KLm Sidak Pasar
SIDAK PASAR- Wali Kota Banjarmasin beserta jajaran TAPD Kota Banjarmasin saat memantau harga jual komoditas bahan pokok di Pasar Kuripan, Banjarmasin. (KP/Zakiri)

Inspeksi dadakan (sidak) ke salah satu pasar tradisional dan ke sejumlah distributor, untuk memastikan harga bahan pokok stabil dan stok di pasaran tetap aman imbas kenaikan inflasi saat ini.

BANJARMASIN, KP – Harga bahan pokok (bapok) yang belakangan terus mengalami kenaikan disebut menjadi pemicu terjadinya inflasi di Kota Banjarmasin.

Kalimantan Post

Pasalnya berdasarkan data resmi statistik per 1 November 2022, pada Oktober kemarin, inflasi yang terjadi di Bumi Kayuh Baimbai ini sudah berada di posisi 0,26%. Bahkan, jika dilihat secara year on year, inflasi di Banjarmasin berada di posisi 7,30%.

Kendati demikian, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengklaim, bahwa inflasi di Banjarmasin sekarang ini sudah mengalami penurunan. Meski jika dilihat secara angka, tingkat inflasi yang terjadi memang masih tinggi.

Hal tersebut diakuinya lantaran beberapa kebutuhan pokok masih mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan.

Karena itulah, pihaknya memutuskan untuk melakukan inspeksi dadakan (sidak) ke salah satu pasar tradisional dan ke sejumlah distributor, untuk memastikan harga bahan pokok stabil dan stok di pasaran tetap aman imbas kenaikan inflasi saat ini.

“Kita sengaja sidak dan mengecek langsung harga-harga dipasar, untuk memastikan harga tetap stabil agar tingkat inflasi di tempat kita bisa tertangani,” ucapnya disela sidak Pasar Kuripan kepada awak media, Selasa (15/11) siang.

Selain itu, Ibnu juga mengakui bahwa salah satu penyebab inflasi di Banjarmasin adalah harga beras lokal yang kian meroket.

Menurutnya, dikarenakan komoditi beras lokal saat ini sedang mengalami kelangkaan lantaran disebabkan adanya beberapa petani yang gagal panen di tahun ini.

Ibnu mengungkapkan dari pengakuan pedagang beras di Pasar Kuripan. Hampir semua jenis beras lokal yang mengalami kenaikan hingga mencapai Rp. 5 ribu per liternya.

Baca Juga :  Peringati Harkitnas ke-118, PLN Indonesia Power UBP Barito Teguhkan Semangat Nasionalisme dan Komitmen Hadapi Tantangan Zaman

“Tadi salah satu pedagang bercerita beras lokal seperti Mayang, Unus biasanya dijual Rp. 12. 500 sekarang sudah menjadi Rp. 17 ribu,” kata Ibnu.

Beda halnya dengan harga beras premium saat ini masih terpantau aman karena permintaan tidak setinggi beras lokal.

Kenaikan harga juga terjadi pada daging ayam potong yang saat ini sudah di harga kisaran Rp. 35 ribu per kilogramnya.

Sama halnya harga daging sapi yang sudah melambung tinggi sejak 6 bulan lalu karena imbas penyebaran virus PMK (Penyakit Mulut dan Kaki) beberapa waktu lalu yang mana saat ini untuk memenuhi kebutuhan dengan memaksimalkan sapi lokal yang terbatas.

“Dulu Rp. 125 ribu sekarang harganya sudah mencapai Rp 160 ribu. Itu pun kata pedagang tidak habis jadi disimpan ke kulkas hingga menurunkan kualitas daging,” jelasnya.

Selain itu, komoditi harga bawang merah mengalami kenaikan yang mana saat ini naik menjadi Rp 35 ribu dan harga itu sudah dari distributor.

Adapun komoditi jenis cabai saat ini harganya masih bisa dikendalikan karena cabai lokal masih memenuhi kebutuhan. Meski sebelumnya Harga cabai sempat naik dari Rp 35 ribu jadi Rp 90 ribu.

“Lalu untuk tomat juga naik harganya. Ini karena jumlah pasokan tomat ke tempat kita sempat terjadi kelangkaan sampai 4 hari akibat faktor panen di pulau Jawa,” ungkapnya.

Di sisi lain, Ibnu mengatakan harga yang terus melonjak saat ini dikeluhkan para pedagang berbagai bahan pokok di pasar yang berdampak pada tingkat penjualannya yang semakin sepi.

Sehingga, pihaknya akan terus berupaya dalam mengatasi permasalahan tersebut agar kenaikan harga bahan pokok bisa dikendalikan dan kembali stabil seperti sebelumnya.

Baca Juga :  Pembukaan Festival Piala Presiden U-10 dan U-12, Banjarmasin Siapkan Bibit Pesepak Bola

“Walaupun mahal tapi keuntungan mereka sedikit karena memang harga sudah tinggi di distributornya,” ujarnya.

Maka dari itu, untuk mengendalikan kenaikan harga ia pun meminta para seluruh distributor termasuk pedagang besar untuk bisa bekerja sama dengan Pemko Banjarmasin yang mana produk-produk bahan pokok dalam pengendalian pemerintah memang harus diawasi dengan betul.

“Agar harga-harga bisa dikendalikan,” tandasnya.

Sebelumnya, ia menambahkan, Pemko Banjarmasin sudah menggelar beberapa kali pasar murah sebagai upaya untuk mengendalikan inflasi dan menjaga harga bahan pokok tetap stabil di pasaran.

“Dengan kita melihat di lapangan langsung maka itu yang bisa kita coba langsung atasi,” pungkasnya. (Kin/K-3)

Iklan
Iklan