Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

Hari Bakti Rimbawan, Paman Birin Tanam Pohon Gerakan Revolusi Hijau Telah Setara 137.243,91 Hektar

×

Hari Bakti Rimbawan, Paman Birin Tanam Pohon Gerakan Revolusi Hijau Telah Setara 137.243,91 Hektar

Sebarkan artikel ini
1 Kontrak Pemprov Paman Birin tanam pohon
PENURUNAN LAHAN KRITIS - Dengan gerakan ini tercatat penurunan luas lahan kritis cukup signifikan. Paman Birin ketika melakukan penananaman di 23 hektar lahan di Jalan Golf, Banjarbaru Kamis (16/3). (adv)

GUBERNUR Kalimantan Selatan (Kalsel) Sahbirin Noor hadiri dan ikuti penanaman pohon bersama dalam rangka Hari Bakti Rimbawan ke-40 tahun 2023.

Kegiatan yang juga termasuk dalam Gerakan Revolusi Hijau gagasan Gubernur yang akrab disapa Paman Birin dilaksanakan di 23 hektar lahan Provinsi Kalimantan Selatan, di Jalan Golf, Banjarbaru, pada Kamis (16/3).

Kalimantan Post

Melalui Gerakan Revolusi Hijau, hingga saat ini sudah dilakukan penanaman dan pembagian bibit secara gratis setara dengan 137.243,91 hektar melalui berbagai kegiatan.

Seperti rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS), reklamasi, Perizinan Berusaha Penanaman Hutan (PBPH) Hutan Tanaman, PBPH Hutan Alam, Perhutanan Sosial, Rehabilitasi Hutan dan Lahan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS), Forest City, ASN Menanam, dan sejumlah kegiatan lainnya.

Dengan gerakan ini, tercatat penurunan luas lahan kritis yang cukup signifikan di Provinsi Kalsel.

Dimana luas lahan kritis Kalsel pada tahun 2013 tercatat 640 ribu hektar, 511 ribu hektar pada tahun 2018.

Dan di tahun 2022 berdasarkan rilis dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, luas lahan kritis di Kalsel menjadi 458 ribu hektar.

Ditemui usai penanaman, Paman Birin menyampaikan bahwa gerakan ini semata-mata bertujuan untuk menjaga dan memelihara bumi dan banua.

“Sekian kalinya kita melakukan penanaman dalam rangka Revolusi Hijau yang bertujuan untuk menjaga, melestarikan dan memelihara semampu yang bisa kita lakukan untuk menjaga bumi.

Kalau bukan kita, siapa lagi? Karena kita semua penghuni tetap bumi ini,” ujar Paman Birin.

Paman Birin juga mengatakan, segala efek tidak baik yang muncul akibat sakitnya bumi pastilah dirasakan oleh manusia itu sendiri.

Karena itu ujarnya, masyarakat harus selalu bersemangat dalam menanam dan melakukan penghijauan dan minimalisir lahan kritis untuk bumi di masa yang akan datang.

Baca Juga :  Tiga WNI Ditangkap di Makkah Kasus Penipuan Layanan Haji

“Kita terus semangat menanam untuk banua kita tercinta Kalsel, dan terus berupaya meminimalisir lahan kritis yang ada di Kalsel.

Kita bersama terus melakukan, menanam menanam dan menanam untuk anak cucu kita,” ujarnya. (adv/K-2)

Iklan
Iklan