Amuntai, KP – Sebanyak 12 buah bangunan di Kabupaten Hulu Sungai Utara diterjang angin puting beliung pada Kamis 30/3 sekitar pukul 10.00 WITA.
Akibat Angin puting beliung atap rumah warga terbang dan hancur di Desa kandang Halang sebanyak 10 buah dan 1 sekolah Kecamatan Amuntai Tengah yaitu di RT 1 dan RT 2. Dan diketahui Desa Pasar Senin yang merupakan tetangga Desa kandanghalang sebanyak dua rumah yang terdampak.
Berdasarkan pantauan di lapangan nampak warga desa Kandang Halang saling bergotong-royong bersama dengan Babinsa dan Babinkamtibmas membantu membersihkan rumah warga yang rusak akibat musibah puting beliung tersebut.
Bahkan rumah warga yang terkena musibah angin puting beliung juga mengalami musibah banjir di mana luapan air sungai sebagian pemukiman warga desa kandanghalang
Kepala desa kandanghalang M. Yunus saat berada di lokasi kejadian bersama dengan Babinkamtibmas dan Babinsa menuturkan bahwa Kejadian ini pada pukul 10.00 tadi.
Yunus menjelaskan akibat puting beliung tersebut rumah warga yang terdampak dan mengalami atap yang rusak yakni di RT 01 dan RT 02 dimana sebanyak 10 bangunan dan 1 sekolahan mengalami kerusakan. Namun beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.
“Kejadian sekitar pukul 10.00 pagi tadi. Di Desa Kandang Halang ada 11 bangunan dan 12 Kepala Keluarga rusak atapnya,” terang Yunus.
Kapolres HSU AKBP Moch. Isharyadi SIK melalui Bhabinkamtibmas Aiptu Rofik menambahkan bahwa pihaknya saat ini bersama dengan Babinsa langsung mendatangi lokasi dan membantu warga dalam membersihkan rumah warga yang rusak akibat putig beliung.
Rofik juga menghimbau kondisi debit sungai yang semakin meninggi dan sudah memasuki ruas jalan dan pemukiman warga agar selalu berhati – hati.
kami juga menghimbau warga agar berhati hati terhadap banjir. Terutama yang berada dekat dengan bantaran Sungai, bebernya.
Sementara itu Rubadi (40) warga desa kandanghalang yang atap bangunan gudang miliknya juga rusak akibat diterjang angin puting beliung menuturkan bahwa dirinya saat kejadian berada di rumah yang tidak jauh dari gudang tersebut.
“Atap gudang kami rusak akibat angin kencang. Saat itu saya sedang berada di rumah,” tutur Rubadi yang juga merupakan Ketua RT. (nov/K-6)















