Banjarmasin, KP – Kasus kekerasan Anak yang terjadi di salah satu PAUD di Kota Banjarmasin naik dari penyidikan ke penyelidikan.
Kasubdit 4 Unit 1 PPA Ditreskrimum Polda Kalimantan Selatan, AKBP Mahrida mengatakan timnya bersama UPTD PPA Provinsil Kalimantan Selatan telah menyerahkan SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan) kepada pelapor di rumahnya pada hari Sabtu lalu, (29/07/2023).
Menurutnya penyerahan SP2HP dilakukan setelah penyidikan dilakukan secara marathon dan hasil visum kedua korban E, bocah 4 tahun baru diterima pada hari Jumat lalu, (28/07/2023).
Selanjutnya setelah menyerahkan SP2HP, PPA Polda Kalimantan Selatan menjadwalkan pemanggilan saksi-saksi lagi untuk dimintai keterangan.
Kami telah mengirimkan SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) ke Kejaksaan, membuat Mindik (Administrasi Penyidikan)
Rencananya dalam minggu-minggu ini, kami kembali mengelar perkara di Tempat Kejadian Perkara (TKP) kata AKBP Mahrida.
Selain itu melakukan penyitaan hasil rontgen, rekam medik serta lainnya untuk menunjang penyidikan.
Sementara, untuk saksi-saksi sudah dimintai keterangan, diulang kembali pengambilan keterangannya, karena pada tahap pertama dilakukan secara interview, namun kali ini secara pro justitia.
Karena baru naik ke tingkat penyidikan, untuk pemanggilan pelapor dan saksi dilakukan pada hari Selasa (01/08/2023) atau hari Rabu (02/08/2023), kami sedang mengirimkan surat pemangilannya tutur AKBP Mahrida.
PPA Polda Kalimantan Selatan juga telah mengirim SPDP ke Kejaksaan, agar berkas perkara ini bisa dilimpahkan ke pengadilan.
Kami menjamin penyelesaian kasus ini sampai selesai menurut hukum tegas AKBP Mahrida.
Sementara, PAUD yang menjadi lokasi kekerasan terhadap anak tidak bersedia memberikan keterangan atau tanggapan apapun terkait naiknya kasus ke tingkat penyidikan.
Saat mendatangi PAUD yang berlokasi di Jalan Kinibalu Kecamatan Banjarmasin Tengah, pihak PAUD mengatakan akan memberikan keterangan secepatnya dan diminta untuk bersabar karena masih memantau perkembangan kasusnya.
Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina mengatakan satgas dan tim P2A Kota Banjarmasin terus melakukan pemantauan atas kasus ini.
Walaupun sudah ditangani oleh tim dari Provinsi, satgas dan tim tetap melakukan pemantauan karena tempat kejadiannya di Kota Banjarmasin. (mar/K-3)















